Siapkan RS Khusus Corona, Solo Perlu Anggaran Rp 50 Miliar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo berpidato usai melakukan Senam Solo Menyapu di halaman Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, 30 Mei 2016. TEMPO/Bram Selo Agung

    Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo berpidato usai melakukan Senam Solo Menyapu di halaman Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, 30 Mei 2016. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Solo -Pemerintah Kota Surakarta saat ini tengah menyiapkan salah satu rumah sakitnya untuk tempat penanganan dan perawatan khusus bagi pasien Corona. Hanya saja, pemerintah memerlukan anggaran hingga Rp 50 miliar untuk merombak rumah sakit tersebut.

    "Perawatan kami siapkan di RSUD Bung Karno," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Rabu 25 Maret 2020. Rumah sakit tersebut dipilih lantaran tergolong masih baru dan belum banyak digunakan untuk pasien rawat inap lain.

    Penyiapan rumah sakit khusus itu diperlukan lantaran kapasitas rumah sakit utama yang ada di kota itu, yaitu RSUD Moewardi terbatas. "Daripada nanti penanganannya berpencar di banyak rumah sakit, lebih baik disatukan di satu tempat khusus," kata Rudi.

    Solo diketahui telah menetapkan Corona sebagai kejadian luar biasa atau KLB.

    Di RSUD Bung Karno, kata Rudi, diperlukan perombakan beberapa bagian di bangunan rumah sakit itu. Pihaknya juga perlu untuk melengkapi peralatan serta alat pelindung diri. "Tadi sudah dihitung, estimasi anggarannya hingga Rp 50 miliar," ujarnya.

    Sedangkan saat ini, Rudi mengaku Pemkot Surakarta belum memiliki anggaran untuk perombakan itu. "Kami sedang menyusun proposal untuk meminta bantuan provinsi," kata dia. Dia berharap proposal itu bisa dikabulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

    Sementara itu, Direktur RSUD Bung Karno, Wahyu Indianto menyebut perombakan paling besar akan dilakukan di lantai empat. "Untuk membuat partisi agar bisa digunakan 60 pasien sekaligus," kata dia. Rencananya, lantai tersebut akan digunakan untuk pasien dengan keluhan yang cukup berat.

    Sedangkan bagian lain dari rumah sakit itu bisa digunakan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien bergejala ringan. Kapasitas yang bisa ditampung bisa mencapai 200 pasien. "Kami yakin rumah sakit ini bisa disiapkan dalam satu hingga dua pekan ini," kata Wahyu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.