Pasien Positif Corona di Jawa Tengah Meningkat Dua Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Satgas Mobile COVID-19 membawa pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu 11 Maret 2020. RSUD Suradadi menjemput salah satu anak buah kapal (ABK) warga Desa Demangharjo, Kabupaten Tegal berinisial II (42) diduga terjangkit COVID-19, karena menderita penyakit demam, batuk dan pilek selama tujuh hari usai pulang melaut dari Taiwan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Personel Satgas Mobile COVID-19 membawa pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu 11 Maret 2020. RSUD Suradadi menjemput salah satu anak buah kapal (ABK) warga Desa Demangharjo, Kabupaten Tegal berinisial II (42) diduga terjangkit COVID-19, karena menderita penyakit demam, batuk dan pilek selama tujuh hari usai pulang melaut dari Taiwan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Semarang - Pasien positif Corona di Jawa Tengah bertambah 19 orang pada Rabu, 25 Maret 2020. Penambahan tersebut membuat jumlah pasien yang dikonfirmasi Covid-19 di Jateng melonjak dua kali lipat dari hari sebelumnya menjadi 38 orang.
     
    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan mereka dirawat di sejumlah rumah sakit, yaitu RSUD dr Moewardi Surakarta satu orang, RSUP dr Kariadi Semarang dua orang, RSUD Wongsonegoro Semarang empat orang, RSUD Goeteng Purbalingga tiga orang, RSUD Cilacap satu orang, RSUD Banyumas tiga orang, RSUD Kardinah Tegal satu orang, RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri satu orang, RS Soedjono Magelang dua orang, dan RSUD Setjonegoro Wonosobo satu orang.
     
    Ganjar mengungkapkan jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat 34 orang. "Empat pasien telah meninggal," kata dia.
     
    Adapun orang dalam pemantauan Covid-19 ada 2.858 orang dan pasien dalam pengawasan Covid-19 sebanyak 257 orang.
     
    Ganjar pun meminta bupati dan wali kota memperketat pengawasan di wilayah masing-masing. "Jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan himbauan pemerintah," ujarnya.
     
    Dia juga menyoroti banyaknya perantau asal Jateng dari wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat yang kembali ke kampung halaman. "Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus," kata Ganjar.
     
    Ganjar juga mempersilakan kepala daerah untuk menutup lokasi yang berpotensi sebagai tempat berkumpul banyak orang seperti destinasi wisata. Kemudian masyarakat juga diimbau tak menyelenggarakan acara yang mendatangkan banyak orang semisal hajatan nikah atau acara agama.
     
    Menurut Ganjar, hal tersebut merupakan upaya menangkal penyebaran virus Corona. "Bersama kita patuhi himbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah," ujarnya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.