Ibunda Jokowi Meninggal, Teman Diskusi Sang Putra Sulung

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo atau Jokowi berfoto bersama ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo, di Jakarta Selatan, Kamis, 20 September 2012. Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal di Solo pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 16.45 WIB. Dok TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Joko Widodo atau Jokowi berfoto bersama ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo, di Jakarta Selatan, Kamis, 20 September 2012. Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal di Solo pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 16.45 WIB. Dok TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibunda Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal di Solo pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 16.45 WIB. Almarhumah meninggal di usia 77 tahun.

    Jokowi mengaku sangat dekat dengan sang ibu semasa hidupnya. Menurut Jokowi, Sujiatmi bukan sekadar ibu yang selalu membantu dalam doa, melainkan juga teman diskusi dari hal prinsip sampai remeh-temeh.

    "Karena saya pernah nabrak apa yang dilarangnya. Hasilnya memang tak berkah, malah gagal total," kata Jokowi seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 30 Juni 2014.

    Jokowi pernah berkisah, dia berulang kali gagal membuat cabang usaha di Dubai, Uni Emirat Arab. Usul itu pernah didiskusikan dengan ibunya dan
    ibunya menolak keras. Karena itu, Jokowi selalu meminta pendapat ibunya ketika hendak maju dalam kontestasi politik.

    Pada akhir Desember 2013 dan awal 2014, Jokowi menelepon Sujiatmi. Ia merasa perlu berbicara dengan ibunya mengenai namanya yang diusulkan sebagai kandidat calon presiden dari PDI Perjuangan. Begitu namanya diumumkan Ketua Umum PDIP Megawati sebagai calon presiden pada Maret lalu, sorenya Jokowi menelepon ibunya. Kali itu ia tak lagi berdiskusi, tapi meminta doa restu.

    Sang ibu tak hanya memberi restu, tapi juga wejangan dan wanti-wanti. "Saya selalu ingatkan Joko untuk rajin salat, banyak makan, tetap jujur dan ikhlas," ujar Sujiatmi dalam laporan khusus Majalah Tempo berjudul "Setelah Restu Ibu".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara