Lagi, Satu Pasien Positif Corona di Solo Meninggal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien pada kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 31 Januari 2020. Simulasi tersebut untuk antisipasi penyebaran sekaligus melatih kesiapsiagaan tim medis rumah sakit dalam menangani pasien suspect virus Corona. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien pada kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 31 Januari 2020. Simulasi tersebut untuk antisipasi penyebaran sekaligus melatih kesiapsiagaan tim medis rumah sakit dalam menangani pasien suspect virus Corona. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Solo - Satu pasien positif corona yang dirawat di RSUD Moewardi Solo kembali meninggal. Pasien tersebut diketahui merupakan salah satu peserta seminar di Bogor.

    Lurah Mojosongo, Solo, Winarso, mengakui bahwa warganya yang tengah dirawat itu meninggal. "Saya dapat kabar kemarin sore," katanya, Rabu 25 Maret 2020. Jenazah langsung dimakamkan petugas.

    Menurut Winarso, pasien tersebut sebenarnya tercatat warga dari kelurahan lain. Hanya saja, pasien tersebut juga memiliki tempat tinggal di kelurahannya. 

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasien tersebut pernah mengikuti sebuah seminar di Bogor sebelum akhirnya sakit. Dia termasuk pasien COVID-19  paling awal yang dirawat di RSUD Moewardi Solo.

    Dari laman corona.jatengprov.go.id, saat ini tercatat bahwa RSUD Moewardi telah merawat enam pasien COVID-19 yang tiga diantaranya meninggal. Sehari sebelumnya, di laman tersebut masih menampilkan data dua pasien meninggal.

    Hingga saat ini rumah sakit tersebut masih merawat tiga pasien yang dinyatakan positif menderita COVID-19. Tim kesehatan masih berjuang untuk menyembuhkan mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.