Nadiem: Anggaran UN yang Belum Terpakai Bisa buat Tangani Corona

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendikbud Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. Sejumlah isu-isu terkini seperti soal pembayaran spp lewat fitur Gobilss di aplikasi GoPay juga dibahas dalam rapat tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mendikbud Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. Sejumlah isu-isu terkini seperti soal pembayaran spp lewat fitur Gobilss di aplikasi GoPay juga dibahas dalam rapat tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa anggaran ujian nasional  yang tidak jadi dilakukan pada tahun ini akan dialokasikan untuk menangani penyebaran virus corona atau Covid-19, serta memfasilitasi online learning atau pembelajaran daring.

    "Jadi, dana dari UN tentu masih ada sisa yang tidak digunakan, bisa digunakan untuk membantu bencana Covid-19 dan juga online learning," ujar Nadiem saat meeting online bersama wartawan, Selasa, 24 Maret 2020.

    Kepala Badan Penilitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan kementerian masih menghitung total anggaran pelaksanaan UN yang bisa dialokasikan karena dananya masih di provinsi.

    "Jadi begitu ada keputusan peniadaan UN  ini, kami akan melakukan yang namanya stock opname untuk mengidentifikiasi anggaran mana yang sudah dipakai dan mana yang belum. Dana yang di provinsi nilainya sekitar Rp 70 miliar. Itu nanti akan kami identifikasi," ujar Totok.

    Sejak tahun lalu, kata Totok, juga banyak anggaran UN menggunakan dana bos untuk membiayai pengawas di sekolah. Dengan tidak adanya UN, kata dia, maka anggaran bos yang sedianya digunakan untuk membiayai pengawas juga bisa digunakan untuk membiayai sekolah dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

    "Sebagian lagi dari dana itu, tentu juga akan disimpan untuk persiapan program assesment yang akan dilakukan tahun mendatang," kata Totok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.