Doni Monardo: Kepala Daerah Harus Sosialisasi Physical Distancing

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menggelar rapat penanganan banjir Jabodetabek di kantor BNPB, Senin 2 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Kepala BNPB Doni Monardo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menggelar rapat penanganan banjir Jabodetabek di kantor BNPB, Senin 2 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, memerintahkan kepada seluruh kepala daerah agar terus menerus mensosialisasikan instruksi physical distancing atau pembatasan kontak fisik guna mencegah penyebaran virus corona.

    Doni mengatakan dalam rapat terbatas hari ini, Selasa, 24 Maret 2020, seluruh gubernur mendukung keputusan pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan physical distancing ini.

    "Bapak presiden menekankan agar physical distancing ini bisa diterjemahkan oleh para gubernur termasuk seluruh pejabat yang ada di daerah dengan jaga jarak, jaga jarak aman, dan disiplin untuk melaksanakannya," kata Doni dalam konferensi persnya, Selasa, 24 Maret 2020.

    Doni menjelaskan jaga jarak fisik ini bukan hanya berlaku di tempat umum saja melainkan hingga ke level keluarga. "Karena di antara keluarga belum tentu semua itu negatif, belum tentu seluruh anggota keluarga aman dari virus ini," ucap dia.

    Sebabnya pemerintah meminta agar memprioritaskan penjelasan kepada publik terkait pentingnya jaga jarak dan disiplin dalam melakukannya. "Presiden menegaskan ke para gubernur bahwa penjelasan ini harus sampai ke tingkat yang paling rendah, desa dan kelurahan," ujar dia.

    Jokowi menginstruksikan agar melibatkan semua potensi yang ada di desa dan kelurahan seperti PKK, Karang Taruna, Posyandu, RT, RW hingga relawan yang diorganisir untuk memastikan imbauan physical distancing ini diikuti masyarakat. "Saatnya kita saling bahu membahu, kerja sama dan saling menolong," tutur Doni.

    Doni mengatakan setiap pejabat di daerah harus mampu menterjemahkan tentang ancaman yang paling serius dari wabah corona ini dan bagaimana caranya masyarakat bisa selamat. "Yang sehat harus tetap sehat, yang sakit diupayakan semaksimal mungkin untuk diobati," katanya.

    Terkait ia meminta masyarakat tidak panik dan mau saling berbagi cerita, semangat, agar bisa terhindar dari wabah corona. Doni menyampaikan sejumlah pakar kesehatan menyatakan virus ini bisa dihindari dengan menjaga imunitas tubuh agar selalu baik.

    "Oleh karenanya memakan makanan yang bergizi, jaga perasaan seperti hati tetap tenang, hati senang, pikiran juga gak boleh terlalu banyak, sehingga dengan demikian diharapkan imun kita bagus," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.