Jokowi Minta Daerah Hitung Dampak Kebijakan Penanganan Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.. Presiden memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien COVID-19. ANTARA FOTO/KOMPAS/Heru Sri Kumoro/Pool

    Presiden Joko Widodo meninjau ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.. Presiden memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien COVID-19. ANTARA FOTO/KOMPAS/Heru Sri Kumoro/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan kepada para gubernur dalam menghadapi penyebaran coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Jokowi meminta setiap kepala daerah menimbang betul dampak sosial ekonomi yang akan muncul dari kebijakan yang diambil.

    "Saya minta setiap kebijakan yang ada di provinsi semuanya dihitung, baik dampak dari kesehatan dan keselamatan rakyat kita, maupun dampak sosial ekonomi yang mengikutinya," kata Jokowi dikutip dari siaran langsung Youtube Sekretariat Negara, Selasa, 24 Maret 2020.

    Jokowi mencontohkan sebuah provinsi, kabupaten, atau kota ingin membuat kebijakan meliburkan atau menutup sekolah dan pasar. Ia meminta opsi itu dikalkulasi terlebih dulu dampaknya terutama orang-orang yang bekerja di sektor informal atau pekerja harian.

    "Berapa pedagang asongan, becak, sopir, yang akan tidak bekerja. Sehingga di dalam APBD dukungan kepada sektor-sektor itu harus diberikan," kata Jokowi.

    Jokowi pun mewanti-wanti jangan sampai pemerintah daerah hanya mengambil kebijakan untuk menutup, tetapi tak dibarengi dengan bantuan sosial.

    Dia menekankan ada tiga hal yang menjadi fokus pemerintah dalam penanganan Covid-19 ini. Yakni keselamatan dan kesehatan adalah yang utama, persiapan bantuan sosial, dan perhitungan dampak ekonomi.

    Hingga Senin, 23 Maret 2020, tercatat ada 589 orang positif terinfeksi virus corona, 49 orang meninggal, dan 30 orang sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.