Guru Besar Terinfeksi Corona Meninggal, UGM Berduka

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjalan ke arah mobil ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, 5 Maret 2020. Saat ini ada sembilan pasien yang diisolasi terkait Virus Corona di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. ANTARA

    Petugas berjalan ke arah mobil ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, 5 Maret 2020. Saat ini ada sembilan pasien yang diisolasi terkait Virus Corona di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada menyatakan duka cita atas meninggalnya Iwan Dwiprahasto. Almarhum adalah guru besar UGM yang meninggal akibat corona pada Selasa dinihari, 24 Maret 2020.

    "Keluarga besar UGM merasa sangat berduka atas kepergian Guru Besar kami, sahabat kami, teman dan kolega yang sangat baik dan memiliki kontribusi yang luar biasa bagi UGM," kata juru bicara UGM Iva Ariani, Selasa, 24 Maret 2020.

    Iwan Dwiprahasto adalah guru besar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

    Iwan Dwiprahasto merupakan salah satu pasien yang dinyatakan positif terkena virus corona. Ia dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Yogyakarta. Ia meninggal dunia dalam usia 58 tahun.

    Almarhum akan dimakamkan pada hari ini di Pemakaman Sawit Sari UGM. Jenazah akan diberangkatkan dari RSUP Dr Sardjito langsung menuju pemakaman Sawit Sari, Condongcatur, Depok,  Sleman. "Mohon untuk mendoakan almarhum dari tempat masing-masing," kata Iva.

    Sivitas Akademi UGM mengadakan doa bersama di Gedung Pusat pagi ini. Karena jenazah langsung dimakamkan di pemakaman keluarga UGM di Sawit Sari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.