763 ODP Corona di Sumut, Kadiskes: Banyak yang Bandel

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi merazia warung internet (warnet) di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, 23 Maret 2020. Polisi dan Satpol PP merazia warga yang keluar rumah untuk kegiatan yang tidak penting di tengah pemberlakuan social distancing. ANTARA/Fauzan

    Polisi merazia warung internet (warnet) di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, 23 Maret 2020. Polisi dan Satpol PP merazia warga yang keluar rumah untuk kegiatan yang tidak penting di tengah pemberlakuan social distancing. ANTARA/Fauzan

    TEMPO.CO, Medan - Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Corona atau Covid-19 Provinsi Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis mengatakan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) naik menjadi 50 orang. Bertambah dua orang dari hari sebelumnya.

    "Jumlah positif Covid-19 tidak berkembang, tetap dua orang. Satu meninggal dunia, satu lagi masih dalam perawatan," kata Riadil pada siaran langsung konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Senin, 23 Maret 2020.

    Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan, penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif Corona tidak mudah. Tidak semua orang bersedia ditanya.

    Petugas kami sampai ada yang diancam dan sebagainya. Kalau ODP bisa diidentifikasi, kontribusinya memutus rantai penularan," kata Alwi saat mendampingi Riadil di Media Center Gugus Tugas.

    Dia meminta 763 orang dalam pengawasan (ODP) melakukan karantina mandiri dan melakukan social distancing selama dua minggu supaya angka penyebaran tidak terus bertambah.

    Dari awal, banyak ODP yang tidak mau mengisolasi diri sehingga terjadi peningkatan jumlah PDP yang signifikan.

    "Banyak ODP yang membandel. pertimbangan hukumnya membolehkan, kami akan umum nama-namanya supaya menjaga kita semua,” ucap Alwi.

    Sebanyak 50 PDP dirawat di 25 rumah sakit di enam kabupaten dan kota. PDP yang sudah pulang sebanyak enam orang karena dinyatakan negatif, sebelumnya tiga orang telah pulang.

    Alwi Mujahit menjelaskan pada Minggu, 22 Maret 2020, sebanyak 496 ODP. Selang sehari menjadi 763 ODP.

    Angka tersebut berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Gugus Tugas. Tracing dilakukan kepada orang yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

    Jumlah ODP juga diketahui berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan tim Dinas Kesehatan mulai provinsi sampai kabupaten dan kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.