Jokowi Terima Keluhan Kelangkaan APD Corona, Ini Jawabannya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan obat-obatan dan alat kesehatan ke dalam Pesawat C-130 Hercules TNI AU di Bandara Internasional Pudong, Shanghai, China, Sabtu malam, 21 Maret 2020. Sebanyak 21 orang kru ikut serta dalam penerbangan non-stop selama 27 jam dari Malang menuju Shangha dan kembali lagi ke Indonesia, tepatnya di Natuna. ANTARA/Dispenau

    Petugas memindahkan obat-obatan dan alat kesehatan ke dalam Pesawat C-130 Hercules TNI AU di Bandara Internasional Pudong, Shanghai, China, Sabtu malam, 21 Maret 2020. Sebanyak 21 orang kru ikut serta dalam penerbangan non-stop selama 27 jam dari Malang menuju Shangha dan kembali lagi ke Indonesia, tepatnya di Natuna. ANTARA/Dispenau

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui menerima banyak keluhan soal kelangkaan alat pelindung diri atau APD bagi dokter, perawat dan tenaga medis yang menangani pasien Corona. Akibatnya, kerap muncul pemberitaan tenaga medis yang mengenakan jas hujan dan sejenisnya saat menangani pasien COVID-19.

    Jokowi mengatakan, kelangkaan APD tak terlepas dari banyaknya permintaan dari ratusan negara yang juga terserang virus Corona. "Masih banyak keluhan kelangkaan APD, 180 negara kurang lebih semuanya berebutan mendapatkan APD, masker, hand sanitizer, semuanya," kata Jokowi di Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran, Senin, 23 Maret 2020.

    Sabtu lalu, 21 Maret 2020, kata Jokowi, pemerintah sudah mendapatkan 105 ribu APD yang siap didistribusikan ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini.

    Rinciannya, 45 ribu unit APD didistribusikan untuk DKI Jakarta, Bogor dan Banten. Sebanyak 40 ribu unit didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta dan Bali. Sedangkan 10 ribu unit akan didistribusikan di luar Jawa dan 10 ribu unit disimpan sebagai cadangan.

    Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin meluas. Hingga 22 Maret 2020, sudah ada 514 kasus positif Corona di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 29 pasien sembuh dan 48 orang meninggal dunia. Lebih dari setengah kasus positif Covid-19, terjadi di Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.