APD Minim, Bareskrim Polri Tak Temukan Indikasi Penimbunan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Pasien rujukan dalam pengawasan terkait virus corona dirawat di ruang isolasi di gedung Pinere. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Pasien rujukan dalam pengawasan terkait virus corona dirawat di ruang isolasi di gedung Pinere. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut belum menemukan adanya penimbunan alat pelindung diri (APD) kesehatan. Sebagaimana diketahui, jumlah fasilitas kesehatan, seperti APD minim di berbagai wilayah.

    "Sampai saat ini penindakan yang kami lakukan tidak ada penimbunan. Tidak ada indikasi," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Daniel Tahi Monang saat dikonfirmasi pada Senin, 23 Maret 2020.

    Menurut Daniel, minimnya berbagai alat kesehatan di tengah wabah virus Covid-19 atau Corona saat ini dikarenakan sejumlah produsen dan distributor mengalami kesulitan dalam hal pengadaan. Namun, kata Daniel, beberapa pabrik kini sudah menerima instruksi untuk melakukan produksi dalam jumlah banyak.

    "Sudah, sudah, beberapa pabrik sudah diinstruksikan untuk produksi besar-besaran," kata Daniel.

    Hingga 22 Maret 2020, tercatat sudah ada 514 kasus positif dari 17 Provinsi di Indonesia. Angka ini diprediksi akan terus melonjak dalam beberapa pekan ke depan. Namun melonjaknya angka pasien, nyaris tak diimbangi dengan kesiapan pemerintah menyediakan APD yang cukup untuk menangani para pasien.

    Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan setidaknya ada 23 tenaga kesehatan yang terpapar Virus Corona atau Covid-19, saat menjalankan tugasnya.

    "Penyebabnya karena minimnya APD. Banyak rumah sakit yang tidak menyediakan APD. Tapi petugas kesehatan tetap diminta kerja," ujar Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, saat dihubungi Tempo, Sabtu malam, 22 Maret 2020.

    ANDITA RAHMA | SYAILENDRA PERSADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara