Santunan Dokter Meninggal karena Tangani Corona Rp 300 Juta

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan akan menyiapkan ruang relaksasi bagi tenaga medis yang menangani pasien virus Corona atau Covid-19 yang berada di Wisma Atlet Kemayoran. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan akan menyiapkan ruang relaksasi bagi tenaga medis yang menangani pasien virus Corona atau Covid-19 yang berada di Wisma Atlet Kemayoran. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan belasungkawa untuk para dokter, perawat dan tenaga medis yang telah wafat dalam dedikasi berjuang menangani pasien Corona. Pemerintah, kata Jokowi, akan memberikan santunan berupa uang sebesar Rp 300 juta untuk keluarga tenaga medis yang wafat dalam tugasnya itu.

    "Atas nama pemerintah, negara dan rakyat, saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja dan dedikasi beliau-beliau yang telah berjuang sekuat tenaga menangani Covid-19," kata Jokowi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.

    "Pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp 300 juta bagi yang meninggal," lanjut Jokowi.

    Dua hari lalu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan ada dua orang dokter dan seorang perawat yang telah terkonfirmasi meninggal akibat terpapar Virus Covid-19.

    "Dua dokter yang sudah konfirm meninggal. Satu dokter lagi kita nunggu berita pastinya," ujar Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, saat dihubungi Tempo, Sabtu malam, 21 Maret 2020.

    Satu orang perawat yang diketahui meninggal juga telah dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan. Ia diduga adalah perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, berusia 37 tahun, yang meninggal di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

    Mereka terpapar saat menjalankan tugasnya merawat pasien yang positif terjangkit Corona. Daeng mengatakan salah satu penyebabnya mereka terpapar adalah minimnya alat pelindung diri (APD). Bahkan saat ini, ia mengatakan ada juga tenaga kesehatan lain yang masih dirawat, diduga ikut terpapar virus ini.

    "Banyak rumah sakit yang tidak menyediakan APD. Tapi petugas kesehatan tetap diminta kerja," kata Daeng.

    PB IDI masih mengumpulkan dan memverifikasi data mengenai tenaga kesehatan yang ikut terpapar. Daeng mengatakan ada versi yang menyatakan 23 petugas kesehatan sudah terinfeksi virus Corona. Namun, ada pula data dari Wakil Dewan Pakar IDI yang menyebut ada 32 petugas kesehatan terinfeksi.

    Presiden Jokowi memastikan ketersediaan APD akan segera dipenuhi. Pemerintah hari ini akan mendistribusikan 105 ribu APD (alat pelindung diri) yang siap didistribusikan ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

    Rinciannya, 45 ribu unit didistribusikan untuk DKI Jakarta, Bogor dan Banten. Sebanyak 40 ribu unit didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta dan Bali. Sementara 10 ribu unit akan didistribusikan di luar Jawa dan 10 ribu unit disimpan sebagai cadangan.

    DEWI NURITA | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.