Wabah Corona, Semua Tempat Ibadah dan Hiburan se-NTB Ditutup

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur NTB Zulkieflimansyah (tengah) mengikuti zikir di halaman kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin, 31 Desember 2018. Zikir yang dirangkai dengan silaturahmi akhir tahun 2018 tersebut diikuti oleh ratusan umat muslim kota Mataram sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah serta menyambut datangnya tahun baru 2019. ANTARA

    Gubernur NTB Zulkieflimansyah (tengah) mengikuti zikir di halaman kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin, 31 Desember 2018. Zikir yang dirangkai dengan silaturahmi akhir tahun 2018 tersebut diikuti oleh ratusan umat muslim kota Mataram sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah serta menyambut datangnya tahun baru 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menutup semua kegiatan keagamaan dan hiburan mulai Senin, 23 Maret 2020. Ini dilakukan di tengah mewabahnya Covid-19 atau virus corona.

    Langkah itu dilakukan Gubernur NTB Zulkieflimansyah melalui surat edaran bernomor 360/170 BPBD/III/2020 tertanggal 22 Maret 2020 tentang Kewaspadaan Segenap Komponen Masyarakat NTB Dalam Penanganan Penyebaran COVID-19. Sedangkan penutupan tempat hiburan melalui suratnya yang ditujukan kepada bupati dan wali kota se-NTB bernomor 800/282/Dispar-1/2020 tentang Penutupan Sementara Aktifitas Tempat Hiburan.

    Menurut Zulkieflimansyah, peniadaan kegiatan ini dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona. "Agar tidak mengadakan kegiatan ibadah sosial keagamaan dan pagelaran adat dan budaya,’" kata Zulkieflimansyah dalam suratnya. Peniadaan kegiatan tersebut termasuk ibadah salat Jumat sesuai fatwa MUI.

    Penutupan tempat ibadah untuk shalat berjamaah dan kegiatan lain juga dilakukan takmir Masjid Raya Hubbul Wathan Kompleks Islamic Center (IC) NTB Mahaly Fikri. "Ini sesuai dengan keputusan dan kebijakan Pemda NTB," ujar Mahaly, Senin, 23 Maret 2020.

    Islamic Center, kata dia, adalah sarana di bawah pengelolaan Pemda NTB. Jadi apapun yang menjadi keputusan dan kebijakan Pemda, kata Mahaly, harus dijalankan apalagi dasar dan tujuannya keselamatan dan kemaslahatan jamaah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara