Ganjar: Pasien Positif Corona di Jateng 15 Orang, 3 Meninggal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu 11 Maret 2020. RSUD Suradadi menjemput salah satu anak buah kapal (ABK) warga Desa Demangharjo, Kabupaten Tegal berinisial II (42) diduga terjangkit COVID-19, karena menderita penyakit demam, batuk dan pilek selama tujuh hari usai pulang melaut dari Taiwan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu 11 Maret 2020. RSUD Suradadi menjemput salah satu anak buah kapal (ABK) warga Desa Demangharjo, Kabupaten Tegal berinisial II (42) diduga terjangkit COVID-19, karena menderita penyakit demam, batuk dan pilek selama tujuh hari usai pulang melaut dari Taiwan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Semarang - Jumlah pasien positif Corona di Jawa Tengah bertambah satu orang pada Ahad, 22 Maret 2020. Pasien itu kini sudah menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi.
     
    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebutkan pasien itu berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan penelusuran sementara, ia memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Margono Soekarjo Purwokerto.
     
    Adapun saat ini, Jateng mencatat ada 2.416 orang dalam pemantauan Covid-19 dan 196 pasien dalam pengawasan kasus yang menjadi pandemi tersebut. "Dan positif sebanyak 15 orang. Tiga di antara yang positif itu meninggal," ujar Ganjar.
     
    Ganjar pun meminta rumah sakit di Jateng menghitung segala kebutuhan yang diperlukan. Menurut dia, kebutuhan tersebut antara lain alat pelindung diri dan viral transport media. 
     
    Bila terjadi kekurangan, Ganjar menginstruksikan rumah sakit agar berkomunikasi dengan pemerintah. "Jangan teriak-teriak kurang dan membuat masyarakat khawatir," kata dia.
     
    Selain itu, Ganjar meminta para bupati dan wali kota diminta mensosialisasikan tindakan preventif ke masyarakat. "Agar masyarakat sadar akan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari penularan virus Corona," kata dia.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara