Cegah Corona, 750 Mahasiswa ITB Diminta Diam di Asrama Kampus

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mengenakan pakaian steril saat akan memasuki Labotarium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020. Balitbangkes merilis data terbaru hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan Virus Corona per 10 februari 2020 pukul 18.00 WIB, total kasus yang spesimennya dikirim ke Laboratorium Balitbangkes sebanyak 64 kasus, sebanyak 62 kasus uji spesimen hasilnya negatif novel coronavirus dan dua masih dalam pemeriksaan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Petugas medis mengenakan pakaian steril saat akan memasuki Labotarium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020. Balitbangkes merilis data terbaru hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan Virus Corona per 10 februari 2020 pukul 18.00 WIB, total kasus yang spesimennya dikirim ke Laboratorium Balitbangkes sebanyak 64 kasus, sebanyak 62 kasus uji spesimen hasilnya negatif novel coronavirus dan dua masih dalam pemeriksaan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB) meminta 750-an mahasiswa yang tinggal di asrama kampus untuk tidak pergi ke mana-mana. Mereka diminta berdiam di asrama sejak 21 Maret 2020 untuk menghindari penyebaran virus Corona (COVID-19). 

    Sekretaris ITB Widjaja Martokusumo mengatakan rektorat sedang menghitung keperluan harian mahasiswa seperti makanan dan minuman. Para mahasiswa ini tersebar di lima asrama di Bandung dan Jatinangor, Sumedang, termasuk sebuah asrama mahasiswa internasional.

    Total penghuni asrama berjumlah1400-an orang namun 670-an mahasiswa memilih pulang ke rumah. “Mereka sebenarnya sudah diminta untuk tidak pulang untuk mengurangi kemungkinan terpapar COVID-19,” kata Widjaja, Ahad, 22 Maret 2020. Namun, ITB tidak bisa melarang kehendak orang tua yang minta anaknya pulang.

    Dalam protokol ITB, bagi mahasiswa yang tinggal di kos dan asrama mereka diminta tidak meninggalkan Bandung atau Jatinangor untuk membatasi kemungkinan penyebaran virus ke daerah lain.

    Ketentuan yang sama diterapkan Universitas Padjadjaran secara bertahap terhitung sejak Senin 23 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan. Berdasarkan data per Jumat 20 Maret 2020 tercatat ada 364 mahasiswa yang masih ada di asrama mahasiswa Bale Wilasa Jatinangor. Selain mahasiswa Bidikmisi, beberapa adalah mahasiswa internasional. “Mereka masih tinggal di asrama karena belum sempat pulang,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi, Sabtu 21 Maret 2020.

    Untuk kebutuhan sehari-hari para mahasiswa di asrama itu nantinya dipasok terutama makanan dan obat-obatan oleh para dosen dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Pusat Riset Kebencanaan dan berintegrasi dengan Satuan Tugas Covid-19 Unpad. Pasokan gratis itu sumber dananya berasal dari Unpad dan hasil donasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.