Pasien Positif Corona di Jawa Timur Bertambah Jadi 41 Orang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mempersiapkan tempat tidur pasien di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19. ANTARA/Galih Pradipta

    Petugas mempersiapkan tempat tidur pasien di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Surabaya - Jumlah pasien positif Corona atau Covid-19 di Jawa Timur bertambah menjadi 41 orang. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan jumlah itu bertambah setelah hari ini terkonfirmasi ada 15 pasien positif baru.

    Sebanyak 15 pasien positif tersebut tersebar di Surabaya sebanyak 9 orang, Malang tiga orang, Sidoarjo dua orang dan Kabupaten Blitar satu orang. "Artinya dari daerah terjangkit ada tambahan satu, yaitu Kabupaten Blitar," kata Khofifah saat jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Ahad, 22 Maret 2020.

    Dengan penambahan itu, kata Khofifah, Surabaya menempati posisi terbanyak pasien positif Corona dengan jumlah 29 orang. Menyusul berikutnya Malang Raya lima orang, Magetan tiga orang, Sidoarjo tiga orang dan Kabupaten Blitar satu orang.

    Jumlah tersebut membuat Jawa Timur menjadi provinsi tertinggi keempat jumlah pasien positif Corona, setelah DKI Jakarta (307), Jawa Barat (59), dan Banten (47).

    Adapun total jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP di Jatim sampai Ahad malam ada 88 orang atau bertambah 11 orang dari hari sebelumnya. Sedangkan orang dalam pemantauan atau ODP mencapai 999 orang, dari sebelumnya 793 orang.

    Dengan terus meningkatnya kasus Covid-19 di Jatim, Khofifah mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah dan menghindari acara yang mengundang keramaian sebagai langkah menghambat penyebaran virus. Ia juga meminta warga Jatim memberikan dukungan dan doa kepada tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

    "Mudah-mudahan mereka diberikan kesabaran dan kesehatan sehingga bisa memberikan layanan terbaik," kata Khofifah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.