Kasus Corona Meningkat, Jatim Perpanjang Program Belajar di Rumah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa duduk di dalam ruang MAN 1 Jombang, Jawa Timur, Senin, 16 Maret 2020. Guna antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jombang meliburkan siswa sekolah hingga perguruan tinggi mulai 17-31 Maret 2020. Seluruh siswa akan mengikuti proses belajar mengajar di rumah. ANTARA

    Siswa duduk di dalam ruang MAN 1 Jombang, Jawa Timur, Senin, 16 Maret 2020. Guna antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jombang meliburkan siswa sekolah hingga perguruan tinggi mulai 17-31 Maret 2020. Seluruh siswa akan mengikuti proses belajar mengajar di rumah. ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperpanjang kebijakan belajar di rumah bagi siswa SMA/SMK hingga 5 April 2020. Kebijakan tersebut diambil menyusul semakin meningkatnya kasus Corona di hampir semua wilayah di Jatim.

    “Rapat dengan tim OPD tadi malam memutuskan proses belajar di rumah bagi siswa SMA/SMK diperpanjang sampai 5 April 2020," kata Khofifah saat memberikan keterangan pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Ahad, 22 Maret 2020.

    Dengan keputusan itu, kata Khofifah, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA yang sedianya digelar pada 30 Maret diundur menjadi 6 April. Walau begitu, Khofifah meminta kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan tetap menyelesaikan persiapan UN.

    “Mereka tetap harus menyelesaikan persiapan penyelenggaraan UN. Kami minta mereka stand by kalau ada rapat koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim,” ujar mantan Menteri Sosial tersebut.

    Sebelumnya, Khofifah memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jatim dari 16-29 Maret 2020. Kendati demikian, saat itu Ujian Nasional (UN) untuk siswa kelas XII SMK tetap dilaksanakan.

    Hingga Sabtu, 21 Maret kemarin, di Jatin terkonfirmasi ada 26 pasien yang dinyatakan positif Covid-19, 79 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 793 orang dalam pemantauan (ODP). Dari 26 pasien yang positif, satu orang di antaranya meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.