Video Viral ODP Corona Jalan-jalan di Solo, Begini Ceritanya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. RSUP Persahabatan menerima total 31 pasien dalam pemantauan dan pengawasan virus Corona usai dua warga Indonesia positif tertular COVID-19. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. RSUP Persahabatan menerima total 31 pasien dalam pemantauan dan pengawasan virus Corona usai dua warga Indonesia positif tertular COVID-19. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Solo - Sebuah video viral berdurasi 21 detik menjadi pembicaraan di media sosial. Video tersebut memperlihatkan warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan atau ODP Corona tengah berada di dalam pusat perbelanjaan.

    Dalam video itu, terlihat seorang perempuan tengah duduk di sebuah gerai ponsel. Dia memperlihatkan formulir deteksi dini yang dikeluarkan oleh salah satu rumah sakit di Solo kepada temannya. Dalam formulir itu menyatakan bahwa perempuan tersebut berstatus sebagai ODP.

    Masih dalam surat yang diperlihatkan di video tersebut, perempuan itu mengaku belum lama melakukan perjalanan ke Singapura dan Malaysia. Saat ini, dia juga mengalami flu namun tanpa gejala demam dan sesak napas.

    Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Komisaris Besar Andy Rifai menyebut bahwa penyebaran video itu cukup meresahkan. Pihaknya segera mencari perempuan dalam video itu. "Bekerja sama dengan Polres Karanganyar, sebab rumahnya masuk kawasan Karanganyar," kata dia, Ahad, 22 Maret 2020.

    Pihaknya berhasil menemui perempuan itu dan melakukan edukasi bersama Dinas Kesehatan setempat. "Karena statusnya ODP harus karantina mandiri, jangan malah bepergian," kata Andy.

    Menurut Andy, perempuan itu cukup kooperatif dan bersedia melakukan karantina mandiri. Dinas Kesehatan juga akan memantau kondisi kesehatannya. "Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi," ujarnya.

    Pihaknya juga berhasil menemukan penyebar video itu. "Dia sudah memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada paguyuban pedagang," kata Andy. Sebab, pedagang sempat khawatir penyebaran video itu membuat masyarakat takut untuk berbelanja ke tempat itu karena khawatir terpapar Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.