Jadi Ketua Gugus Tugas Corona, Doni Monardo Tak Pulang ke Rumah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menggelar rapat penanganan banjir Jabodetabek di kantor BNPB, Senin 2 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Kepala BNPB Doni Monardo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menggelar rapat penanganan banjir Jabodetabek di kantor BNPB, Senin 2 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo tinggal di kantornya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Doni untuk sementara tak pulang ke rumah dan bertemu keluarganya semasa virus Corona mewabah. "Iya, sudah satu minggu," kata Doni melalui pesan teks pada Ahad dini hari, 22 Maret 2020.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Agus Wibowo mengatakan, selain Doni ada pula beberapa pegawai BNPB yang 'bermukim' di kantor sekarang ini. Ia membenarkan bahwa langkah itu dilakukan demi mengantisipasi penyebaran virus Corona. "Iya. Ada beberapa yang tidur di kantor," kata Agus secara terpisah.

    BNPB mulai terlibat dalam penanganan penyebaran virus Corona di Indonesia per Jumat, 13 Maret lalu. Presiden Joko Widodo menunjuk Doni selaku Kepala BNPB untuk menjadi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    Sejak saat itu, Doni memimpin koordinasi penanganan Covid-19 dengan melibatkan pelbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, hingga pemuka agama. Di kantornya, Doni juga menerima tamu-tamu dan secara berkala memberikan keterangan pers secara daring. Kemarin misalnya, ia menerima Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Adi Prasojo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.