Satu Penderita Corona Tewas, RSUD Lumajang Tambah Ruang Isolasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Lumajang - RSUD dr Haryoto Kabupaten Lumajang menambah 10 hingga 12 kamar isolasi untuk mengantisipasi bertambahnya pasien dalam pengawasan (PDP) sehubungan dengan merebaknya virus Corona (Covid-19). Penambahan ruang isolasi ini dilakukan menyusul ditetapkannya status siaga darurat Covid-2019.

    "Ruang Alamanda yang dipakai untuk VIP, akan dipakai untuk ruang isolasi Covid - 2019. Ada 10 atau 12 kamar," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Bayu Wibowo, Sabtu, 20 Maret 2020. 

    Dinas akan mengajukan penambahan anggaran ke Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk pengadaan alat perlindungan diri buat petugas medis yang berada garis depan penanganan Covid-19. RSUD serta Puskesmas, kata Bayu, memerlukan banyak APD lengkap. “Sekarang terus terang kita dalam keadaan yang kekurangan mulai dari kebutuhan masker, yang hanya cukup untuk kebutuhan beberapa hari serta alkohol," kata Bayu.

    Ia memperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 4 miliar lebih untuk semua. “Belinya tidak satu dua tetapi dalam jumlah banyak atau ribuan karena untuk antisipasi."

    Bayu prihatin, di tengah kondisi keterbatasan anggaran, pihaknya harus belanja alat perlindungan diri. Tugas yang paling berat sekarang adalah petugas kesehatan, dokter dan perawat. “Risikonya tertular kalau tidak hati-hati. Karena itu dibutuhkan alat yang standar."

    Informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyebutkan ada 15 orang dalam pemantauan (ODP) dan satu orang pasien dalam pengawasan (PDP). Sebelumnya, seorang PDP Corona asal Lumajang yang sempat beberapa hari menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr Haryoto meninggal setelah dirujuk ke RS Saiful Anwar Kota Malang, Jumat, 20 Maret 2020.

    Warga Lumajang ini pulang dari umrah pada Ahad, 15 Maret 2020. Mengeluhkan demam, batuk dan pilek, kemudian dibawa ke RSUD dr Haryoto pada Selasa, 17 Maret 2020. "Ada sesak nafas serta pneumonia kemudian dilaporkan ke Surabaya dan ditetapkan sebagai PDP," kata Bayu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.