Antisipasi Corona, Masjid Kantor Pemerintah DIY Tiadakan Jumatan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Sejumlah masjid instansi pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta memutuskan tidak menggelar salat Jumat pada 20 Maret 2020 untuk mencegah sebaran penularan virus Corona. Seperti Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta dan Masjid Sulthoni Komplek Kantor Gubernur DIY di Kepatihan Yogyakarta.

    Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Pangeran Diponegoro Balaikota memutuskan untuk tidak menyelenggarakan salat Jumat selama dua pekan yaitu, 20 Maret dan 27 Maret 2020, untuk mencegah penyebaran Corona.

    Keputusan itu diambil sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19. Masjid Pangeran Diponegoro menganjurkan jemaah untuk mengganti salat Jumat dengan melaksanakan salat dzuhur di rumah masing-masing.

    “Ini bentuk ikhtiar kita bersama untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi jamaah dan upaya menghambat penyebaran Covid-19,” kata Ketua Harian Masjid Pangeran Diponegoro Syamsul Azhari dalam keterangannya Jumat, 20 Maret 2020.

    Akan halnya salat wajib lima waktu tetap diselenggarakan. Meski begitu takmir Masjid Pangeran Diponegoro menganjurkan agar melaksanakan salat lima waktu di rumah masing-masing sebagai upaya bersama meminimalisir penyebaran Corona. “Kami mengajak umat Islam khususnya di Kota Yogyakarta agar mengikuti Fatwa MUI tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19,” ujarnya.

    Langkah itu diambil salah satunya dengan mempertimbangkan ribuan jamaah salat Jumat Masjid Pangeran Diponegoro. Dengan begitu harapannya bisa mengurangi frekuensi kerumunan. “Mari bersama-sama membantu Pemerintah dalam menghadapi Corona ini, dengan terus waspada dan melaksanakan semua intruksinya,” ujarnya.

    Selama sepekan terakhir ini, kata Syamsul, jemaah salat lima waktu di Masjid Pangeran Diponegoro berkurang cukup drastis. “Pekan lalu pada khutbah Jumat kami sudah menyampaikan langkah antisipatif yang bisa dilakukan.” Di antaranya dengan membawa sajadah dari rumah, tidak berjabat tangan, dan mencuci tangan sebelum masuk masjid.

    “Semua karpet juga sudah kami gulung, dan disemprot cairan disinfektan di bagian dalam masjid dan luar.” Pihaknya menyampaikan terhitung sejak hari ini sudah ada 20 Masjid di Yogyakarta yang meniadakan ibadah salat Jumat sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara