Gubernur Khofifah: Surabaya dan Malang Raya Zona Merah Covid-19

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beraktivitas di ruang kerjanya di kompleks Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 15 Februari 2019. Dalam 99 hari pertama bekerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi berbagai permasalahan di Jawa Timur dengan jargon Cepat, Efektif, Tanggap dan Responsif (CETAR). ANTARA FOTO/Moch Asim

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beraktivitas di ruang kerjanya di kompleks Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 15 Februari 2019. Dalam 99 hari pertama bekerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi berbagai permasalahan di Jawa Timur dengan jargon Cepat, Efektif, Tanggap dan Responsif (CETAR). ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya membuka data sebaran wabah virus corona atau Covid-19 . Gubernur  Khofifah Indar Parawansa mengatakan Kota Surabaya dan Malang Raya masuk dalam zona merah wabah Covid-19.

    "Kota Surabaya dan Malang Raya masuk dalam kategori zona murah karena dua wilayah itu sudah masuk wilayah terjangkit," kata Khofifah saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 20 Maret 2020.

    Berdasarkan data per 19 Maret 2020, di Jawa Timur ada sembilan pasien yang positif terjangkit virus corona. Dengan rincian, tujuh pasien ada di Surabaya dan dua pasien di Malang Raya. Satu dari dua pasien di Malang Raya sebelumnya telah dinyatakan meninggal.

    Selain yang positif, kata dia, jumlah pasien dalam perawatan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) di dua daerah itu mengalami peningkatan. "ODP dan PDP saat ini hampir sudah tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur," ujarnya.

    Jumlah PDP dan ODP saat ini masing-masing menjadi 36 dan 91. PDP paling banyak tersebar di tiga kota, yakni Malang Raya (8), Surabaya (7), dan Tulungagung (4). Adapun ODP terbanyak di Surabaya (17), Malang Raya (16), dan Jember (16).

    Khofifah mengatakan data itu akan jadi pertimbangan utama dalam menentukan tingkat risiko penyebaran Covid-19. Salah satunya menganjurkan mengganti Salat Jumat dengan salat zuhur di rumah di dua wilayah yang masuk zona merah tersebut.

    Meski demikian, anjuran tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi ta'mir masjid-masjid di Surabaya. Mereka sebagian besar tetap melaksanakan salat Jumat berjamaah. Termasuk Masjid Nasional Al-Akbar, yang merupakan masjid terbesar di Surabaya.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.