Beredar Lagi Kabar Kepala PPATK Wafat akibat Corona, Benarkah?

Reporter

Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Beredar kembali pesan berantai yang berisi rumor bahwa Kepala PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan) Kiagus Ahmad Badaruddin meninggal karena virus Corona.

Menjawab pesan berantai tersebut juru bicara pemerintah untuk penanggulangan Virus Corona dr. Achmad Yurianto menegaskan bahwa Badar telah dua kali menjalani tes COVID-19 sebelum meninggal. Hasil tes adalah negatif Corona.

Apakah ada tes ketiga? Yuri enggan menjawab lugas.

"Tanya ke rumah sakit yang merawat," ujar Yuri lewat pesan singkat hari ini, Jumat, 20 Maret 2020.

Tempo lantas meminta penjelasan Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah dan juru bicara Tim Dokter Pasien Covid-19 RSUP Persahabatan Erlina Burhan.

Baik Rita maupun Erlina tak mengangkat telepon dan tak membalas pesan teks dari Tempo.

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin wafat pada Sabtu lalu, 14 Maret 2020.

Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan Badar meninggal akibat komplikasi diabetes, jantung, dan ginjal.

Dian menceritakan, koleganya itu masuk rumah sakit pertama kali pada Jumat, 6 Maret 2020, dengan keluhan demam. Pada Kamis, 12 Maret 2020, Badar dirujuk ke RS Persahabatan karena sesak nafas.

Karena gejala yang mirip penyakit virus Corona, Badar diisolasi. Namun, dua kali tes menunjukkan Badar negatif virus Corona.

Kala itu Achmad Yurianto juga menampik informasi bahwa ada pejabat negara yang menjadi pasien positif virus Corona dan kemudian meninggal.

"Saya pastikan negatif. Sudah diperiksa jam 2 tadi selesai hasilnya," kata Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Dua jam setelah hasil negatif Corona itu keluar, keluarga Badar datang menjemput ke RS Persahabatan sekitar pukul 16.00 WIB. Di sana, wartawan dilarang oleh pengelola rumah sakit untuk mendekat ke sekitar gedung isolasi tempat penjemputan jenazah Badar.

Sekitar sejam kemudian, mobil ambulans tiba di rumah duka sekitar pukul 17.10. Ketika mobil tiba, sanak keluarga Badar mengerubuti mobil untuk mengangkat peti jenazah.

Di dalam mobil peti jenazah Badar nampak telah dibungkus plastik. Seorang petugas ambulans menggunakan masker N95 serta sarung tangan karet yang panjangnya sampai siku.

Peti jenazah langsung dibawa masuk ke dalam rumah. Setengah jam kemudian, jenazah di dalam peti dibawa ke masjid dekat rumah untuk disalatkan.

Jenazah mantan pejabat Kementerian Keuangan tersebut dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Direktur Utama RS Persahabatan Rita Rogaya dan juru bicara Tim Penanganan Covid-19 RS Persahabatan tak menjawab pesan Tempo yang menanyakan alasan peti mati Badar dibungkus plastik.






Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

9 jam lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Staf Honorer DPRD Kabupaten Buol Kaget Rekeningnya Masuk Rp14 Triliun, PPATK: Itu Salah Cetak

15 jam lalu

Staf Honorer DPRD Kabupaten Buol Kaget Rekeningnya Masuk Rp14 Triliun, PPATK: Itu Salah Cetak

van Yustiavandana menjelaskan soal aliran dana misterius Rp14 triliun yang masuk ke rekening seorang staf honorer Sekretariat DPRD Kabupaten Buol


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

1 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

1 hari lalu

Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

Kuasa hukum Lukas Enembe merasa PPATK tengah membunuh karakter Gubernur Papua itu dengan mengungkap soal setoran ke kasino.


MAKI Sebut Lukas Enembe Terlacak Main Judi di 3 Negara Ini

2 hari lalu

MAKI Sebut Lukas Enembe Terlacak Main Judi di 3 Negara Ini

PPATK menemukan dugaan aliran dana jumbo dari Lukas Enembe ke kasino-kasino judi di luar negeri.


Lukas Enembe Minta Jokowi Izinkan Dirinya Berobat ke Luar Negeri

3 hari lalu

Lukas Enembe Minta Jokowi Izinkan Dirinya Berobat ke Luar Negeri

Pengacara Lukas Enembe memohon agar Presiden Jokowi memberikan izin kliennya berobat ke luar negeri.


Lukas Enembe Dipastikan Tak Akan Penuhi Panggilan KPK Senin Mendatang

3 hari lalu

Lukas Enembe Dipastikan Tak Akan Penuhi Panggilan KPK Senin Mendatang

Pengacara Lukas Enembe memastikan kliennya tak akan memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan pada Senin mendatang.


5 Hal tentang Lukas Enembe yang Terlibat Kasus Korupsi dan Pencucian Uang

7 hari lalu

5 Hal tentang Lukas Enembe yang Terlibat Kasus Korupsi dan Pencucian Uang

Lukas Enembe bukan hanya diduga menerima gratifikasi


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

7 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


KPK Minta Lukas Enembe Tenangkan Masyarakat Jika Ingin Diperiksa di Jayapura

7 hari lalu

KPK Minta Lukas Enembe Tenangkan Masyarakat Jika Ingin Diperiksa di Jayapura

KPK membantah telah melakukan kriminalisasi dalam kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas diminta menghadiri undangan KPK untuk klarifikasi.