Balita Positif Corona di Yogya Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Juru Bicara Pemerintah DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih menyatakan anak berusia 3 tahun 8 bulan, pasien positif terjangkit virus Corona pertama di Yogyakarta sudah sembuh dan diperbolehkan pulang sejak kemarin, Kamis, 19 Maret 2020. "Kabar gembira hari ini. Kasus 1 (balita) telah dinyatakan negatif dua kali, kondisinya sehat dan telah diperbolehkan pulang rumah sakit," ujar Berty Jumat 20 Maret 2020.

    Bocah asal Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta itu sebelumnya dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito sejak Senin 9 Maret 2020 lalu diketahui positif terpapar Covid 19 pada Jumat 13 Maret 2020. Balita yang diisolasi bersama kedua orang tuanya itu sebelumnya pernah berpergian ke Depok Jawa Barat.

    Kedua orang tua balita itu pun dinyatakan negatif dari Corona. Sehingga juga diizinkan pulang oleh rumah sakit. Namun mereka tetap dipantau. "Isolasi mandiri dalam pengawasan rumah sakit rujukan, seperti kalau misalnya ada hal yang perlu ditanyakan diminta menghubungi rumah sakit kembali," ujarnya.

    Untuk pasien yang telah sembuh ini, Berty mengatakan juga diberikan edukasi tentang hidup sehat untuk memperkuat imunitas tubuh. "Tetap mengikuti himbauan pemerintah membatasi diri berkumpul dan keluar rumah," ujar Berty.

    Sembuhnya balita ini mengurangi pasien yang positif terjangkit virus Corona di Yogya yang sebelumnya pada Kamis, 19 Maret 2020 jumlahnya tercatat ada empat pasien. Adapun total pasien dalam pengawasan (PDP) terakhir di Yogya tercatat 37 orang dengan hasil negatif 15 orang dan masih uji laboratorium 18 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.