Istiqlal Antisipasi Corona: Jarak 2 Meter Saat Salat Berjamaah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar meminta masyarakat yang berada di wilayah yang belum terdampak virus Corona memperhatikan saran pakar kesehatan dalam melaksanakan salat berjamaah di masjid-masjid. Sarannya ialah menjaga jarak sejauh 2 meter dalam pelaksanaan salat berjamaah.

    “Kita perlu memperhatikan imbauan-imbauan internasional, jarak antara satu orang dengan orang lain itu dua meter,” kata Nasaruddin dalam siaran langsung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jumat, 20 Maret 2020.

    Nasaruddin mengatakan Masjid Istiqlal telah melakukan imbauan itu dalam pelaksanaan salat berjamaah. Ia mengatakan, menurut paramedis, virus Corona dapat menyebar melalui bersin ataupun batuk dalam radius dua meter. “Kita sangat dianjurkan mencegah segala sesuatu yang sifatnya mudarat, mencegah kemudaratan itu lebih penting daripada mengejar manfaat.”

    Sementara bagi wilayah yang sudah terdampak virus Corona seperti Jakarta, Nasaruddin meminta agar masyarakat mematuhi fatwa Majelis Ulama Indonesia. MUI dalam fatwanya melarang masyarakat melaksanakan salat berjamaah bila wilayahnya masuk dalam zona penyebaran virus Corona yang tidak terkendali. MUI juga membolehkan masyarakat meninggalkan salat berjamaah di kawasan yang potensi penyebarannya tinggi.

    Masjid Istiqlal sudah memutuskan untuk tidak menggelar salat Jumat pada hari ini dan pekan depan, 27 Maret 2020. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona. Menurut Nasaruddin, dengan dasar fatwa MUI sudah cukup alasan untuk tidak melakukan pertemuan dalam keadaan berjamaah. “Termasuk juga salat berjamaah subuh, zuhur, ashar, magrib, isya.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.