Rapid Test Diutamakan Bagi yang Berkontak dengan Positif Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau proses penyemprotan zat desinfektan di Stasiun Gambir, Kamis 12 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau proses penyemprotan zat desinfektan di Stasiun Gambir, Kamis 12 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan tes kilat atau rapid test pemeriksaan Virus Corona, tidak untuk sembarang masyarakat. Ia menegaskan tes ini akan lebih dulu diprioritaskan bagi mereka yang memiliki riwayat kontak dengan orang yang telah dinyatakan positif terjangkit.

    "Targetnya adalah masyarakat secara luas, terutama mereka yang secara fisik telah mengalami kontak dengan pasien positif. Tentunya ini menjadi prioritas utama," kata Doni dalam konferensi pers yang dilakukan lewat Video Conference, Kamis, 19 Maret 2020.

    Doni mengatakan pemilihan orang yang akan dites adalah hasil dari koordinasi dengan tim medis di lapangan. Selain unsur tenaga kesehatan, tim ini juga berisi TNI, Polri, dan BIN. Tim ini yang akan memberikan masukan untuk menentukan siapa yang wajib melakukan rapid test.

    "Kalau seluruh masyarakat harus mendapat rapid tes ini, mungkin akan sangat sulit. Karena akan sangat banyak, penduduk kita jumlahnya 270 juta jiwa," kata dia.

    Doni belum dapat memastikan berapa banyak jumlah medical kit untuk rapid test yang akan digunakan. Ia pun tak menjelaskan negara yang akan mengimpor alat ini untuk Indonesia. Namun ia menyebut Indonesia akan meniru langkah negara-negara yang lebih dulu menggunakan alat ini seperti Cina, Korea Selatan, dan Jepang.

    Pengadaan rapid test, untuk memeriksa virus Corona, kata Doni, memang baru disepakati baru-baru ini. Hal tersebut disepakati dalam rapat tingkat menteri yang digelar 17 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.