Kasus Covid-19 Meningkat, Jawa Timur Menambah RS Rujukan Jadi 62

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. ANTARA/Agus Salim

    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. ANTARA/Agus Salim

    TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah rumah sakit rujukan untuk kasus virus corona atau Covid-19 dari 44 menjadi 62. Tambahan 18 RS itu berasal dari RS milik Polri, TNI, BUMN, dan swasta.

    "Sekarang ada 62 RS dalam koordinasi untuk memberikan pelayanan medik bagi ODP atau PDP," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis malam, 17 Maret 2020.

    Ditanya total kapasitas pasien yang bisa ditampung, mantan Menteri Sosial tersebut masih belum bisa menyebutkan pasti. "Ini sekarang masih didata," kata dia disela rapat dengan para direktur utama rumah sakit.

    Sebelumnya pemerintah provinsi telah menunjuk 44 RS rujukan milik pemerintah. Tiga rumah sakit di antaranya berstatus RS rujukan utama, yakni RSUD dr Soetomo (Surabaya), RSUD dr Saiful Anwar (Malang), dan RSUD Soedono (Madiun).

    Penambahan RS rujukan dilakukan menyusul meningkatnya kasus Covid-19 di Jawa Timur. Sampai pukul 16.00, ada sembilan pasien positif, 36 PDP, dan 91 ODP. Dari sembilan pasien positif, satu di antaranya meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.