Pandemi Corona, Yogya Akhirnya Terapkan Belajar di Rumah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya akan meliburkan sekolah semua tingkatan atau menetapkan kebijakan belajar di rumah menyusul perkembangan kasus Corona, baik di tingkat nasional maupun DIY.

    Kebijakan program online Jogja Belajar itu disampaikan langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X usai menggelar rapat dengan bupati dan wali kota serta Disdikpora se-DIY, Kamis, 19 Maret 2020 di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

    Sultan menyampaikan kebijakan tersebut akan berlaku serentak mulai 23 hingga 31 Maret 2020.

    Sultan meminta para orang tua siswa ikut berperan aktif dalam mendukung kebijakan tersebut. Ia juga meminta program ini tetap menjamin hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

    “Sebelum tanggal 31 Maret akan kami lakukan verifikasi bahwa program online Jogja Belajar ini efektif atau tidak," ujar Sultan.

    Sultan menyatakan di akhir program, pihaknya akan kembali mengkaji apakah masih bisa diperpanjang atau tidak. "Sebab kalau tidak efektif maka tidak diperpanjang dan berarti kembali ke semula (belajar di sekolah),” ujarnya.

    Sultan mengatakan pihaknya benar-benar akan mengontrol kebijakan belajar dari rumah ini. Ia pun menekankan peran keluarga untuk memberikan dukungan supaya kebijakan tersebut berhasil dilaksanakan.

    "Jangan sampai dengan program ini (peserta didik) malah menjadi turis untuk berwisata," kata Sultan.

    Di sisi lain, Sultan berharap masyarakat tetap mematuhi imbauan untuk menunda pertemuan atau menggelar agenda yang memungkinkan adanya interaksi atau kerumunan massa nngingat kasus Corona di Yogya terus bertambah.

    Sampai hari ini, jumlah kasus positif Corona di Yogya bertambah menjadi empat kasus dari sebelumnya hanya dua kasus.

    Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti menuturkan untuk menindaklanjuti kebijakan libur sekolah itu, pihaknya akan menginventarisir sekolah-sekolah yang membutuhkan sarana seperti koneksi internet memadai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.