Hari Pertama Tes Corona, 84 Spesimen Masuk ke BTKLPP Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. Kasus Nomor 1 suspect COVID-19 yang dalam masa observasi kondisinya juga sudah sembuh dan masih menunggu hasil uji spesimen dari laboratorium di Jakarta. ANTARA

    Seorang petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. Kasus Nomor 1 suspect COVID-19 yang dalam masa observasi kondisinya juga sudah sembuh dan masih menunggu hasil uji spesimen dari laboratorium di Jakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Semarang – Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit atau BTKLPP Yogyakata mulai mengecek spesimen tes Corona sejak Rabu, 18 Maret 2002. Di hari pertama tersebut, 84 spesimen masuk dari wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kepala BTKLPP Yogyakarta Irene menyebutkan, dari 84 spesimen yang masuk, 53 sampel pihaknya ambil dari rumah sakit yang merawat pasien dalam pengawasan Covid-19. “Dan 31 kiriman dan rumah sakit,” kata dia di Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh Kota Semarang, Rabu malam, 18 Maret 2020.

    Irene mengatakan pihaknya telah memberi pelatihan kepada petugas medis di daerah sehingga bisa mengambil spesimen dari pasien. Serta mengemas spesimen dalam viral transport medium dan mengirim ke BTKLPP Yogyakarta.

    Menurut Irene, jika spesimen sudah sampai di BTKLPP Yogyakarta, proses pengecekan memakan waktu 8 jam. “Proses dari membuka sampel sampai keluar hasil,” kata dia. Namun, pengecekan akan dilakukan setelah terkumpul 29 spesimen yang siap.

    Pengecekan spesimen di BTKLPP Yogyakarta, Irene menjelaskan, hanya untuk orang dalam pemantauan atau ODP, pasien dalam pengawasan atau PDP, dan orang yang dicurigai pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. “Pemeriksaan untuk keinginan sendiri kita tidak diberi penugasan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara