Ma'ruf Amin Apresiasi Pembatalan Ijtima Se-Asia di Gowa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan potongan tumpeng pertama kepada istrinya, Wury Estu Handayani saat mengadakan tasyakuran hari ulang tahunnya yang ke-77 di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, 11 Maret 2020. TEMPO/Friski Riana

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan potongan tumpeng pertama kepada istrinya, Wury Estu Handayani saat mengadakan tasyakuran hari ulang tahunnya yang ke-77 di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, 11 Maret 2020. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi kesediaan para jamaah yang batal mengikuti ijtima se-Asia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. “Langkah tersebut sangat penting bagi upaya maksimal pencegahan virus Corona,” kata Ma’ruf melalui pernyataan tertulis yang disampaikan melalui juru bicaranya, Masduki Baidowi, Kamis, 19 Maret 2020.

    Ma’ruf mengatakan, acara pertemuan berskala besar yang memungkinkan terjadinya kontak langsung di tengah wabah Corona atau Covid-19 ini sangat berbahaya. Selain itu, pertemuan itu juga berpotensi menyebarkan virus Corona makin merajalela.

    Menurut Ma’ruf, hal itu telah terbukti dari acara pertemuan jamaah tabligh di Malaysia baru-baru ini. Apalagi pesertanya berasal dari luar negeri. Model pertemuan seperti ini, kata Ma’ruf, masyarakat rawan tertular dan rentan menulari.

    Bagi umat Islam, Ma’ruf menuturkan, agama mengajarkan untuk menjauhi bahaya dan mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. “Wa la tulku bi awdiikum ilat tahlukah, jangan ceburkan diri kalian pada kerusakan,” katanya.

    Ma’ruf melanjutkan, “Ada kaidah, dar’ul mafaasid muqoddam ala jalbil mashalih, dahulukan menghindari kerusakan ketimbang menjalankan kebaikan. Islam adalah agama salam, menebar keselamatan, menyebar tahmat bagi seluruh alam.”

    Selain tabligh akbar di Sulawesi Selatan, hari ini juga berlangsung penahbisan Uskup Ruteng. Ma’ruf mengatakan, Gubernur NTT telah menyampaikan anjuran untuk menunda acara demi keselamatan dan kesehatan bersama.

    Dalam suasana saling bekerja sama untuk mencegah pandemi ini, Ma’ruf mengajak seluruh umat beragama untuk menjalankan ibadah, kegiatan keagamaan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan bersama.

    “Saya mengajak para tokoh agama, pimpinan majelis-majelis agama, untuk sama-sama merumuskan pedoman keagamaan, dan menjelaskan ke pemeluk agama masing-masing tentang pelaksanaan ibadah, khususnya yang bersifat massal atau berjamaah,” kata Ma’ruf.

    Ijtima se-Asia sedianya digelar di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 19-22 Maret 2020. Kegiatan ini disebut-sebut akan dihadiri sekitar 8 ribu jamaah, termasuk dari mancanegara. Belakangan acara ini dibatalkan di tengah pandemi corona yang melanda dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.