Pandemi Corona, MUI Haramkan Memborong Sembako dan Masker

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah etalase produk seperti beras dan mie instan habis diborong warga di Hypermart Gajah Mada Plaza, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Lani Diana

    Sejumlah etalase produk seperti beras dan mie instan habis diborong warga di Hypermart Gajah Mada Plaza, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mengharamkan menyebarkan informasi tidak benar atau hoax soal virus corona, dan juga memborong kebutuhan pokok karena panik (panic buying). Ia mengatakan masyarakat punya tanggung jawab untuk mencegah penyebaran virus, namun tanpa menimbulkan kepanikan.

    "Waspada penting, tapi aktivitas yang menyebabkan kepanikan dengan cara memborong sembako, memborong masker, menyebar informasi yang terkait dengan covid-19, menyebabkan ketakutan orang tapi itu hoaks, itu hukumnya haram," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh, dalam konferensi pers di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Kamis 19 Maret 2020.

    Asrorun mengimbau lebih baik umat Islam fokus untuk meningkatkan ketakwaan dan ibadah. Bermunajat kepada Allah agar musibah ini bisa segera hilang, dan aktivitas baik keagamaan atau aktivitas publik lainnya bisa kembali berjalan normal.

    "Kita penting untuk meningkatkan ketakwaan meningkatkan ibadah, munajat kepada Allah agar kita diselamatkan dari musibah ini," tuturnya.

    Asrorun mengingatkan bila kegiatan ibadah di area publik saja dilarang, maka begitu pula dengan aktivitas lainnya. Ia mengharapkan masyarakat mengurangi aktivitas di pusat perbelanjaan, tempat wisata, kantor dan lainnya. "Ini secara bersama-sama perlu kita berikan pembatasan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara