Kasus Kompol Rossa, Ketua Wadah Pegawai KPK Diperiksa Dewas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Menurut WP, pengembalian Komisaris Rossa itu tak sesuai prosedur dan berpotensi melanggar etik. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Menurut WP, pengembalian Komisaris Rossa itu tak sesuai prosedur dan berpotensi melanggar etik. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo selama dua jam. Dalam pemeriksaan itu, Dewas mengklarifikasi tudingan bahwa Yudi membocorkan informasi mengenai pemulangan penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke media.

    "Diperiksa hampir dua jam ya, dan suasananya akrab dan baik, yang jelas semua sudah diklarifikasi dan tidak ada hal yang menurut saya signifikan," kata Yudi di kantornya, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.

    Yudi dilaporkan ke Dewas oleh koleganya di KPK Ian Shabir. Ian menuding Yudi membocorkan informasi pemulangan Rossa ke media.

    Rossa adalah penyidik yang terlibat dalam operasi tangkap tangan di kasus Harun Masiku. Ia tiba-tiba dipulangkan ke Mabes Polri beberapa hari setelah operasi. KPK tak membatalkan pemulangan kendati Mabes Polri mengirimkan surat pembatalan sebanyak dua kali.

    Yudi lalu melaporkan Ketua KPK Firli Bahuri atas dugaan konflik kepentingan dalam pemulangan Rossa pada akhir Februari 2020. Sampai sekarang, tidak ada kabar Dewas telah memeriksa Firli. Beberapa hari setelah pelaporan itu, justru Yudi dilaporkan balik oleh Ian ke Dewas dengan tudingan membocorkan informasi pemulangan Rossa.

    Ia mengatakan telah menyampaikan alasannya menginformasikan pemulangan Rossa ke publik kepada Dewas. Ia bilang tindakan itu merupakan upaya untuk mengadvokasi Rossa.

    Yudi menganggap Ian seharusnya tak melaporkannya ke Dewan Pengawas. Sebab, hal yang ia perjuangkan adalah nasib pegawai. Ia berharap Rossa bisa bekerja kembali di KPK sampai masa tugasnya habis. "Jadi kami harap sudah tidak ada lagi hal-hal yang perlu diperdebatkan," kata dia.

    Rossa sebenarnya telah mengirimkan surat protes ke Firli cs atas pemulangannya yang tak wajar. Namun, Firli menganggap surat keberatan Rossa salah alamat. Terakhir, Rossa mengirimkan surat keberatan kepada Presiden Joko Widodo supaya bisa bekerja lagi di KPK. Ia menunggu respon dari Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.