Polda Papua: Senjata Kelompok Bersenjata Rampasan dari Polisi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brimob Polda Papua patroli di wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Papua New Guinea di Wutung, Muara Tami, Jayapura, Papua. ANTARA/Anang Budiono

    Brimob Polda Papua patroli di wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Papua New Guinea di Wutung, Muara Tami, Jayapura, Papua. ANTARA/Anang Budiono

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepolisian Daerah Papua memastikan tiga senjata yang diambil dari pihak kelompok bersenjata merupakan milik aparat. Dalam baku tembak dengan kelompok bersenjata di Distrik Tembagapura sebelumnya, kepolisian berhasil mengambil tiga senjata laras panjang yakni AK 47, AR 15, dan Thomson.

    "Setelah dilakukan pengecekan, senjata itu milik kami yang dulu dirampas oleh mereka," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi pada Rabu, 18 Maret 2020.

    Kamal menjelaskan, senjata AR 15 merupakan hasil rampasan kelompok bersenjata pada November 2012. Dari peristiwa baku tembak saat itu, tiga personel tewas.

    Lalu, untuk senjata AK 47, merupakan hasil rampasan kelompok bersenjata pada Januari 2014. Sementara untuk senjata api jenis Thomson masih dalam penyelidikan ihwal kepemilikannya.

    "Masih kami identifikasi untuk mengetahui mereka mendapatkan senjata tersebut dari mana asalnya, apakah senjata api selundupan atau kah milik TNI-Polri masih didalami," ucap Kamal.

    Kamal menegaskan bahwa polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata. Meski begitu, ia mengklaim situasi di Papua kini kondusif dan aman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.