Gubernur Sulsel Usul Unhas dan RS Wahidin Bisa Tes Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurdin Abdullah (kanan) dan Andi Sudirman Sulaiman (kiri) setelah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Nurdin Abdullah (kanan) dan Andi Sudirman Sulaiman (kiri) setelah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengeluhkan pemerintah pusat yang lamban memberikan jawaban terkait empat sampel pasien diduga terjangkit virus Corona. Karena itu, dia meminta kepada Kementerian Kesehatan agar memberikan legitimasi kepada Universitas Hasanuddin atau Unhas dan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo untuk melakukan pengecekan langsung.

    “Ada empat sampel kita kirim tetapi tak ada jawaban,” kata Nurdin Abdullah di Makassar, Rabu 18 Maret 2020.

    Nurdin menjelaskan bahwa Unhas dan RS Wahidin telah siap untuk melakukan pengecekan untuk pasien yang diduga terpapar Covid-19. Karena itu, kata dia, sebenarnya tidak perlu lagi spesimen pasien dikirim ke Jakarta lantaran terlalu lama.

    “Kita hanya minta legitimasi dari Kemenkes, kalau diizinkan kita mampu. Kalau cek sendiri itu hanya hitungan jam saja,” kata Nurdin.

    Sebelumnya, ada 10 pasien yang menjalani pemeriksaan di Sulsel. Enam dinyatakan negatif dan empat orang masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium di Jakarta.

    Nurdin pun membandingkan dengan Universitas Airlangga, Surabaya yang telah diberikan legitimasi untuk memeriksa spesimen virus Corona. Padahal Sulawesi Selatan juga sudah memiliki alatnya.

    “Sulsel kok enggak dikasih, ini wilayah Timur,” kata Nurdin. Pemerintah Sulsel juga telah melakukan pembenahan dan siap menambah peralatan agar sesuai standarisasi.

    Saat ini, Nurdin telah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Ichsan Mustari untuk berkoordinasi dengan Kemenkes terkait ketersediaan alat di rumah sakit rujukan. Ada tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 di Sulsel, diantaranya RS Wahidin, Labuang Baji, Pelamonia, Tajuddin Chalid, Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Parepare, RSUD Sinjai, dan RSUD Tana Toraja.

    Namun rumah sakit tersebut belum memiliki peralatan untuk mendeteksi virus Corona. “Alat kita memang kosong, saya perintahkan Kadis Kesehatan cepat bergerak. Kita butuh 500 unit untuk seluruh Sulsel,” kata Nurdin. “Dulu harganya Rp500 ribu per unit, sekarang Rp Rp 6 juta. Tetapi harga tak soal yang penting barangnya ada.”

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah mengeluarkan surat keputusan menteri mengenai 12 laboratorium jejaring pemeriksaan Covid-19. Untuk wilayah Sulawesi, yang ditunjuk adalah Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makasar dengan wilayah kerja Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.