DPR Minta Pemerintah Lindungi Tenaga Medis Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa 3 Maret 2020. RSUD Cut Mutia di Aceh Utara RSU Dr Zainoel Abidin di Banda Aceh merupakan rumah sakit rujukan bagi perawatan pasien terinfeksi virus Corona (Covid 19) di Provinsi Aceh yang telah siap dengan tenaga medis, ruangan dan peralatan khusus. ANTARA FOTO/Rahmad

    Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa 3 Maret 2020. RSUD Cut Mutia di Aceh Utara RSU Dr Zainoel Abidin di Banda Aceh merupakan rumah sakit rujukan bagi perawatan pasien terinfeksi virus Corona (Covid 19) di Provinsi Aceh yang telah siap dengan tenaga medis, ruangan dan peralatan khusus. ANTARA FOTO/Rahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kesehatan DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati mengatakan alat pelindung diri atau APD bagi para dokter dan petugas medis yang menangani pasien virus Corona masih kurang. Padahal, kata dia, tanpa APD yang memadai, mereka rentan terpapar virus tersebut.

    "Wabah ini terus meluas, jumlah pasien yang harus ditangani juga semakin meningkat. Para dokter dan tenaga medis ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi wabah yang sudah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional ini," kata Mufida dalam keterangan tertulis, Rabu 18 Maret 2020.

    Mufida mengharapkan jangan sampai ada dokter dan tenaga medis yang sakit dan turut menjadi korban. Ia menyebut sudah ada kasus satu orang perawat yang meninggal di salah satu rumah sakit akibat terpapar Covid-19.

    Selanjutnya, Mufida mengatakan APD yang tersedia saat ini semakin menipis jumlahnya dibanding yang dibutuhkan. APD yang dibutuhkan mulai dari masker, masker N95, pelindung wajah, pelindung mata, tangan, badan sampai rambut, mutlak dibutuhkan oleh dokter dan paramedis yang menangani langsung pasien Corona.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan asupan makanan berigizi, ruangan yang layak dan tambahan tenaga paramedis. "Pemerintah perlu mempertimbangkan tren kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 yang penambahannya sudah mengikuti deret ukur untuk diikuti dengan pengerahan tambahan dokter dan paramedis dari berbagai spesialis yang relevan dengan penanganan," kata Mufida.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.