Doni Monardo Minta Perdebatan Penyelesaian Corona Dihentikan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menggelar rapat penanganan banjir Jabodetabek di kantor BNPB, Senin 2 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Kepala BNPB Doni Monardo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menggelar rapat penanganan banjir Jabodetabek di kantor BNPB, Senin 2 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat menghentikan perdebatan mengenai penyelesaian wabah virus Corona.

    “Sekarang tidak boleh lagi kehilangan momentum untuk berdebat tentang teori menyelesaikan wabah ini,” kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di akun Youtube BNPB, Rabu, 18 Maret 2020.

    Doni mengatakan, saat ini waktunya meyakinkan warga memahami apa yang sedang dihadapi dan bagaimana langkah antisipatif ke depan. Solusi terbaik dalam menghadapi wabah Corona saat ini, kata Doni, adalah bersatu padu, bergandengan tangan, dan saling menjaga satu sama lain.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini mengaku baru saja berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hasil diskusi selama 1 jam ini, Doni memberikan pesan agar Anies mengoptimalkan semua potensi pemerintahan yang ada dari tingkat provinsi, kota madya, hingga RT/RW.

    Lurah merupakan struktur pemerintahan terendah di tingkat provinsi. Karena itu, Doni meminta mereka menunjukkan kualitas kepemimpinannya untuk menjalankan semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat agar sejalan dengan pemerintah daerah. “Sehingga kita berada pada rel yang sama, jangan berada di luar rel. Hentikan semua perdebatan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.