KPAI Terima Aduan Siswa Stres selama Program Belajar di Rumah

Reporter

Editor

Amirullah

Komisioner KPAI, Retno Listyarti, dalam diskusi PR Pendidikan di Hari Anak di Jakarta, 20 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima sejumlah aduan dari orang tua siswa di Jakarta bahwa anak mereka stres karena mendapatkan berbagai tugas dari para guru selama program belajar dari rumah (home learning).

“Kemungkinan besar para guru memahami home learning adalah dengan memberikan tugas-tugas secara online, dan pengumpulannya pun online. Alhasil para siswa dan orang tua mengeluh,” kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti, dalam siaran tertulisnya, Rabu, 18 Maret 2020.

Retno mengatakan, seiring dengan 14 hari belajar di rumah, ternyata tugas yang harus dikerjakan anak-anak sangat banyak. Sebab, semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari 1 jam. Akibatnya, tugas menumpuk dan anak-anak jadi kelelahan. Padahal, maksud belajar dari rumah sesungguhnya ialah memberikan aktivitas belajar rutin kepada siswa agar tetap terbiasa belajar dan menjaga keteraturan.

“Karena keteraturan itu penting bagi anak-anak, agar ketika masuk sekolah kembali semangat belajarnya tidak padam dan materi pembelajaran tidak tertinggal,” ujar Retno.

KPAI pun menyayangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas-dinas pendidikan tak melakukan edukasi terlebih dulu kepada guru dan sekolah, ketika ada kebijakan belajar di rumah selama 14 hari. Semestinya ada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana seperti apa belajar di rumah dengan metode daring.

Retno mencontohkan, dalam memberi tugas kepada siswa, harus terukur dan dikerjakan maksimal 30 menit. Kemudian tugas diberikan secara tidak berbarengan, tetapi rumpun mata pelajaran bersepakatan menetukan hari pemberian tugas agar siswa tidak kewalahan.

Para guru juga disarankan agar memberi tugas tidak melulu dalam bentuk soal, melainkan penugasan yang menyenangkan, seperti membaca novel tertentu atau buku cerita lalu menuliskan resumenya. Bisa juga anak-anak SD diminta untuk mengurus satu tanaman dan menceritakan nama tanamannya, bentuk dan warna daun, spesiesnya.

“Penugasan tersebut dapat mengasah rasa ingin tahu anak-anak untuk mencari jawabannya. Guru harus kreatif dalam memberikan penugasan,” katanya.

KPAI mendorong Dinas Pendidikan setempat dan Kepala Sekolah untuk mengevaluasi metode guru dalam memberikan tugas kepada para siswanya. Retno mengatakan, home learning dan online learning yang diharapkan ialah para guru dan siswa berinteraksi secara virtual. Adanya interaksi seperti hari-hari biasa normal.

KPAI juga mendorong pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk merumahkan guru juga selama 14 hari. Jangan peserta didiknya belajar di rumah, tetapi para gurunya tetap masuk untuk memenuhi absen.

“Sehingga ketika 14 hari kemudian, dapat diketahui yang sehat dan yang mungkin tertular sehingga harus dalam pengawasan dan yang bersangkutan tidak ke sekolah dahulu, tetapi berkonsentrasi menyembuhkan diri.”






Kriss Hatta Dikecam KPAI karena Pacaran dengan Anak di Bawah Umur

19 jam lalu

Kriss Hatta Dikecam KPAI karena Pacaran dengan Anak di Bawah Umur

Kriss Hatta dinilai sebagai public figure yang telah memberikan contoh buruk pada masyarakat terutama para remaja.


KPAI Sebut Sindikat Judi Online Sasar Anak-anak Lewat Mainan

22 jam lalu

KPAI Sebut Sindikat Judi Online Sasar Anak-anak Lewat Mainan

KPAI menemukan indikasi para sindikat judi online kini menyasar anak-anak lewat mainan, setelah Kapolri mulai mengetatkan penuh terhadap judi online


Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

2 hari lalu

Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta menambah titik kamera CCTV.


KPAI Minta Empat Anak Terduga Pelaku Pemerkosaan Dapat Rehabilitasi Maksimal

6 hari lalu

KPAI Minta Empat Anak Terduga Pelaku Pemerkosaan Dapat Rehabilitasi Maksimal

Empat anak terduga pelaku pemerkosaan masih berusia antara 11 dan 14 tahun.


KPAI Soroti Kasus Remaja Disekap dan Dijadikan PSK, Kejahatan Luar Biasa

6 hari lalu

KPAI Soroti Kasus Remaja Disekap dan Dijadikan PSK, Kejahatan Luar Biasa

Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah menyoroti kasus remaja yang disekap dan dijadikan PSK.


KPAI Sarankan Anak Ferdy Sambo Diasuh Keluarga Terdekat

32 hari lalu

KPAI Sarankan Anak Ferdy Sambo Diasuh Keluarga Terdekat

Sikap KPAI berbeda dengan Ketua LPAI Seto Mulyadi yang menginginkan anak bungsu Ferdy Sambo tetap diasuh ibunya, Putri Candrawathi.


Psikolog dan Pengajar untuk Anak Ferdy Sambo, Kak Seto: Sudah Siap Semua

36 hari lalu

Psikolog dan Pengajar untuk Anak Ferdy Sambo, Kak Seto: Sudah Siap Semua

Kak Seto menjelaskan sudah menyiapkan lembaga pendidikan informal ramah anak lengkap dengan pendidiknya bagi anak-anak Ferdy Sambo


Ikatan Dokter Anak Ingatkan Pakai Masker yang Benar di Sekolah

40 hari lalu

Ikatan Dokter Anak Ingatkan Pakai Masker yang Benar di Sekolah

Pemakaian masker yang baik dan benar merupakan salah satu upaya mengurangi risiko terpapar Covid-19 di tengah pandemi yang masih berlangsung.


Kasus Pemaksaan Pemakaian Jilbab, Disdikpora Sebut SMAN 1 Banguntapan Bantul Langgar Aturan

49 hari lalu

Kasus Pemaksaan Pemakaian Jilbab, Disdikpora Sebut SMAN 1 Banguntapan Bantul Langgar Aturan

SMAN 1 Banguntapan Bantul melanggar aturan karena tak memberikan opsi kepada siswi untuk tidak menggunakan jilbab meskipun tak ada kewajiban.


Kisah Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab di SMAN 1 Banguntapan Bantul

57 hari lalu

Kisah Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab di SMAN 1 Banguntapan Bantul

Siswi yang dipaksa pakai jilbab di SMAN 1 Banguntapan Bantul, Yogyakarta kini masih dalam proses pendampingan psikologi. Begini kisahnya.