Polisi Sebut Justru Pedagang yang Minta Kebutuhan Pokok Dibatasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean pembeli di kasir di Hypermart Gajah Mada Plaza, Gambir, Jakarta Pusat, Senin malam, 2 Maret 2020. Tak hanya etalase bahan makanan yang tampak kosong, etalase sabun tangan dan sabun cair pun tampak kosong. TEMPO/Lani Diana

    Antrean pembeli di kasir di Hypermart Gajah Mada Plaza, Gambir, Jakarta Pusat, Senin malam, 2 Maret 2020. Tak hanya etalase bahan makanan yang tampak kosong, etalase sabun tangan dan sabun cair pun tampak kosong. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Pangan Polri Brigadir Jenderal Daniel Tahi Monang menuturkan, keluarnya surat edaran ihwal pembatasan penjualan sejumlah kebutuhan pokok akibat wabah Covid-19 atau Corona, atas permintaan dari asosiasi pedagang ritel dan pedagang pasar.

    "Karena mereka merasa ada pembelian di beberapa komoditas melonjak. Sementara kalau itu terus dibiarkan, maka mereka kesulitan untuk distribusi. Barangnya ada, tapi distribusi dalam waktu dekat kan tidak bisa dilakukan," ujar Daniel, Rabu, 18 Maret 2020. Maka dari itu, kata Daniel, Satgas Pangan mengeluarkan aturan untuk mengatur peredaran bahan pangan di masyarakat.

    Dalam surat edaran yang ditujukan kepada Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, tertera pembatasan terhadap beras maksimal 10 kilogram, gula maksimal dua kilogram, minyak goreng maksimal empat liter, dan mie instan maksimal dua dus. "Jadi kami bikin pembatasan agar terjadi keadilan," ucap Daniel.

    Ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah banyak karena merasa panik. Ia pun meyakinkan stok bahan pangan masih tersedia untuk masyarakat. "Kenaikan harga itu kan salah satunya juga karena ibu-ibu pada panik. Makanya saya imbau jangan panik, semua stok tercukupi," kata Daniel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.