Cegah Corona, Rizieq Shihab Liburkan Sementara Pengajian FPI

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa dari Front Pembela Islam serta Majelis Pemuda Pecinta Rasulullah berorasi di depan Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, dalam rangka pemeriksaan Bahar bin Smith pada Kamis, 6 Desember 2018. Tempo/Adam Prirea

    Massa dari Front Pembela Islam serta Majelis Pemuda Pecinta Rasulullah berorasi di depan Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, dalam rangka pemeriksaan Bahar bin Smith pada Kamis, 6 Desember 2018. Tempo/Adam Prirea

    TEMPO.CO, Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab meliburkan sementara kegiatan Majelis Umum Rutin Mingguan dan Bulanan yang biasa dilakukan di markasnya di Petamburan, Jakarta Pusat, dan Megamendung, Kabupaten Bogor. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

    “Atas arahan Imam Besar Habib Rizieq Shihab, semua majelis umum rutin mingguan juga bulanan di markas syariah serta DPP FPI, baik di Jakarta atau di Megamendung diliburkan sementara sampai situasi kembali kondusif,” kata Sekretaris Umum FPI, Munarman, saat dihubungi, Rabu, 18 Maret 2020.

    Mengutip pengumuman yang diberikan oleh Munarman, FPI juga memerintah menghentikan sementara semua majelis umum dan tabligh akbar di setiap daerah yang terpapar virus Corona atau terindikasi terpapar. Penghentian dilakukan sampai situasi dinilai kondusif.

    Selain itu, FPI juga mengimbau seluruh jemaahnya dan umat Islam agar berlatih mengkarantina diri sendiri. Mereka juga meminta memperbanyak ibadah dan berdoa agar wabah Corona segera bisa diatasi.

    FPI turut mengajak pengurusnya untuk mensosialisasikan cara pencegahan penyebaran virus corona, baik dengan berdoa juga mengikuti petunjuk medis yang terpercaya. “Jangan takut atau khawatir berlebihan, tapi wajib ikhtiar dan tawakal," kata Munarman mengutp imbauan Rizieq Shihab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.