Jatim Siapkan 112 Bed Ruang Isolasi Corona di Rumah Sakit Jiwa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan 112 bed ruang isolasi di Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya untuk mengantisipasi meluasnya wabah virus corona atau corona virus disease 2019 (Covid-19). Selain di Rumah Sakit Jiwa Menur, sebanyak 20 bed ruang isolasi disiapkan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang meninjau kesiapan Rumah Sakit Jiwa Menur, mengatakan bahwa ruang isolasi sudah bisa digunakan. Rumah sakit, kata dia, tinggal menunggu pemasangan penyejuk udara, ventilator, dan negatif presurre.

    “Ini merupakan langkah kuratif yang disiapkan Pemprov Jawa Timur guna menangani wabah corona,” kata Khofifah Selasa sore, 17 Maret 2020 melalui keterangan tertulis.

    Menurut dia, ruang isolasi di Rumah Sakit Jiwa Menur itu akan terintegrasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Dua rumah sakit itu didukung tenaga medis yang sudah ahli di bidang infeksi dan paru, yaitu tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging (Pinere).

    Dengan adanya ruang isolasi tambahan itu, kata Khofifah, masyarakat yang membutuhkan isolasi mandiri namun tidak memungkinkan untuk mengisolasi diri di rumah, bisa dilayani menggunakan ruangan tersebut. Khofifah berharap penyediaan fasilitas tambahan itu mampu menekan penyebaran virus.

    “Andai ada warga yang setelah swap butuh dilakukan penanganan isolasi mandiri, tapi misalnya di rumahnya banyak tamu dan lain-lain sehingga tidak memungkinkan mengisolasi secara mandiri, maka bisa dilakukan isolasi di sini,” katanya.

    Khofifah menuturkan Jawa Timur terus melakukan langkah antisipatif, baik preventif dengan upaya pencegahan maupun persiapan layanan kuratif pengobatan dan penanganan di 41 rumah sakit rujukan pertama dan 3 rumah sakit rujukan utama. “Insya Allah di Jatim kami siapkan tenda sebelum hujan, dalam artian kami melakukan langkah preventif yang cukup komprehensif dengan tenaga medis dan expert yang memadai,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara