KLB Corona, Surakarta akan Siapkan Satu Rumah Sakit Khusus

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Surakarta memutuskan untuk meliburkan sekolah serta sejumlah tempat wisata hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut diambil dalam rapat koordinasi penanganan virus COVID-19 yang dipimpin Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Jum'at malam, 13 Maret 2020. (FOTO: AHMAD RAFIQ)

    Kota Surakarta memutuskan untuk meliburkan sekolah serta sejumlah tempat wisata hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut diambil dalam rapat koordinasi penanganan virus COVID-19 yang dipimpin Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Jum'at malam, 13 Maret 2020. (FOTO: AHMAD RAFIQ)

    TEMPO.CO, SOLO- Pemerintah Kota Surakarta telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi menyebarnya virus COVID-19 atau Corona. Salah satunya adalah rumah sakit khusus yang akan digunakan untuk merawat pasien yang terjangkit Corona.

    "Rencana ini sedang dimatangkan," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Selasa 17 Maret 2020. Pihaknya juga belum menentukan rumah sakit yang akan digunakan untuk merawat pasien Corona.

    Saat ini, perawatan pasien yang terinfeksi virus Corona dilakukan di RSUD Moewardi Solo, milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Ruang isolasinya terbatas."

    Pihaknya harus menyiapkan skenario untuk menghadapi kemungkinan terburuk bertambahnya jumlah pasien. "Harus disiapkan meski kita semua berharap jangan sampai terjadi."

    Pemkot Surakarta saat ini juga memiliki dua rumah sakit milik daerah. "Mungkin nanti dipilih salah satu." Rumah sakit itu akan disiapkan hanya akan melayani perawatan pasien Corona.

    Sebenarnya banyak rumah sakit swasta yang memiliki fasilitas isolasi. Namun rata-rata hanya memiliki kapasitas terbatas. "Daripada tersebar di banyak rumah sakit, lebih baik dipusatkan di satu rumah sakit saja." 

    Meski demikian, dia mengakui jika tenaga medis dan peralatan yang dimiliki di runah sakit milik daerah itu masih terbatas. "Nanti kami akan bergotong royong dengan rumah sakit swasta untuk menanganinya."

    Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Solo, Mardiatmo mengatakan siap membantu pemerintah mengatasi wabah ini. "Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama, termasuk dalam hal ini rumah sakit swasta."

    Pemkot Solo resmi menetapkan status KLB Corona sejak akhir pekan lalu. Status itu diberlakukan setelah ada dua warga yang positif mengidap Corona. Salah satu di antaranya meninggal dan telah dimakamkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.