Satu dari 172 Pasien Positif Corona Berasal dari Kepulauan Riau

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Batam - Seorang warga Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau dinyatakan positif Corona, Selasa, 17 Maret 2029. Pria tersebut diketahui sempat berkunjung ke Singapura dan Malaysia.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep mengatakan pasien tersebut adalah laki-laki berumur 75 tahun. "Ketika kembali dari Malaysia dia mendapatkan kartu HAC," kata dia.
     
    Setelah itu, ketika sampai di Tanjungpinang pada 12 Maret 2020, pasien kembali mengalami batuk dan mual. Ia lantas melakukan pemeriksaan ke dokter di salah satu daerah Tanjungpinang. 
     
    Setelah diperiksa, kondisinya semakin buruk dan dilarikan ke rumah sakit. "Dia masuk rumah sakit pada 13 Maret 2020, tanggal 14 diambil sampel SWAP dikirim sampel ke Jakarta, hari ini dinyatakan positif," kata Tjetjep. 
     
    Atas adanya pasien positif itu, Dinkes kemudian melakukan penelusuran kontak pasien tersebut. Hasilnya, ada 20 orang yang harus diisolasi yang pernah berhubungan dengan pasien tersebut. Penelusuran masih terus dilakukan.
     
    Adapun hari ini, pemerintah mengumumkan jumlah pasien positif Corona bertambah menjadi 172 orang, termasuk pasien dari Riau ini. Selain itu, lima orang dinyatakan meninggal dan 9 sembuh.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara