Cegah Corona, Unsyiah Lakukan Kuliah Daring Hingga Akhir Maret

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kuliah jarak jauh (pixabay.com)

    ilustrasi kuliah jarak jauh (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala atau Unsyiah resmi memberlakukan sistem pembelajaran daring kepada mahasiswanya mulai 14 hingga 30 Maret 2020. Kebijakan yang dikeluarkan Pimpinan Unsyiah guna menindaklanjuti perkembangan penyebaran kasus Corona di Indonesia.

    Putusan itu sesuai dengan Surat Edaran Nomor : B/1491/UN11/KP.11.00/2020 yang ditandangani Rektor Unsyiah, Syamsul Rizal pada Senin, 16 Maret 2020.

    “Perkuliahan tidak diliburkan namun metode pelaksanaan tatap muka digantikan dengan metode lain tanpa harus tatap muka seperti menggunakan fasilitas e-learning Unsyiah, video conference, pemberian bahan ajar atau tugas via email dan media sosial atau media daring lainnya,” bunyi poin pertama dalam Surat Edaran yang diterima Tempo.

    Selain perkuliahan, praktikum dan aktivitas laboratorium lain ditunda pelaksanaannya atau dilaksanakan dalam bentuk lainnya secara daring. Kegiatan akademik lain seperti seminar, konferensi, kuliah umum dan sidang akhir juga ditunda pelaksanaannya.

    Meski tidak diharuskan untuk bertatap muka dalam proses perkuliahan, namun Unsyiah tidak membenarkan mahasiswa melakukan perjalanan ke luar kota atau kembali ke kampung halaman masing-masing. Begitupun bagi mahasiswa yang tinggal di asrama kampus diharapkan tetap berada di Banda Aceh dan melaporkan kondisi kesehatannya kepada Kepala Asrama Unsyiah.

    Rektor Unsyiah juga akan membentuk Satuan Tugas atau Satgas dan Pusat Krisis atau Crisis Center kesiapsiagaan dan kewaspadaan penyebaran kasus Covid-19. Satgas yang dibentuk akan bersedia di Pusat Krisis untuk melayani kasus darurat yang mengarah ke Covid-19.

    Selain itu, Unsyiah bersama unit kerja harus melakukan pembersihan lingkungan kerja dan melakukan penyemprotan disinfektan sesuai dengan rekomendasi dari Satgas Covid-19. Peralatan dan keperluan lain yang mendukung pencegahan penyebaran Corona juga akan disediakan sesuai dengan rekomendasi dari Satgas Covid-19.

    Kebijakan ini akan dievaluasi dan diperbaharui setelah dua minggu sesuai kebutuhan dengan mengamati perkembangan kasus Covid-19 di Aceh dan nasional serta global.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.