Mendagri Tito Minta Daerah Prioritaskan APBD Untuk Masker

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Tanggap Covid-19 Pemprov DKI Jakarta memeberikan sosialisasi cara menggunakan masker saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 8 Maret 2020. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan higienis untuk antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau Corona Virus. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tim Tanggap Covid-19 Pemprov DKI Jakarta memeberikan sosialisasi cara menggunakan masker saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 8 Maret 2020. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan higienis untuk antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau Corona Virus. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian mengeluarkan surat edaran nomor 440/2436/SJ tentang pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan pemerintah daerah.

    Dalam surat tersebut, Tito diantaranya meminta semua kepala daerah memprioritaskan APBD untuk antisipasi dan penanganan dampak penularan COVID-19 seperti untuk kebutuhan rumah sakit daerah, pengadaan masker, hand sanitizer, dan thermal gun yang sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan.

    Untuk itu, Tito meminta semua kepala daerah melakukan revisi anggaran dengan cara menjadwalkan ulang capaian program dan kegiatan Iainnya (antara Iain pengurangan biaya rapat/ atau pertemuan dan perjalanan dinas, pengeluaran pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan), melakukan pembebanan langsung pada belanja tidak terduga, dan memanfaatkan uang kas yang tersedia.

    "Lakukan pemetaan dan pendataan daerah yang terdampak COVID-19 dan monitoring/pengendalian stabilitas harga serta menjamin ketersedian kebutuhan pokok masyarakat dengan mengoptimalkan penggunaan alokasi anggaran belanja tidak terduga," demikian perintah Tito dalam surat edaran yang diteken Selasa, 17 Maret 2020.

    Tito juga meminta pemerintah Kabupaten/Kota melakukan percepatan verifikasi transfer dana desa melalui penyederhanaan persyaratan penyaluran dana desa sesuai peraturan perundang-undangan yang digunakan untuk program padat karya tunai guna meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan kerja di desa.

    "Perkuat ekonomi masyarakat melalui pemberian insentif/ stimulus berupa pengurangan atau penghapusan pajak dan retribusi daerah bagi pelaku usaha termasuk UMKM yang ada di daerah untuk menghindari penurunan produksi dan PHK massal," kata Tito.

    Di luar anggaran, Tito juga meminta pemerintah menjaga terlaksananya pelayanan umum dan tugas rutin di lingkungan Pemerintah Daerah dengan memastikan terdapat minimal 2 level pejabat struktural tertinggi untuk tetap melaksanakan tugasnya di kantor sehingga penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan secara optimal dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

    Sementara, Aparatur Sipil Negara dapat menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah/tempat tinggalnya atau Work From Home. "Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah harus melakukan pengaturan penyesuaian sistem kerja diserahkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah dengan tidak mengurangi hak pegawai berupa tambahan penghasilan," ujar Tito.

    Tito juga meminta daerah mengoptimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pertemuan, rapat, sosialisasi. Dalam hal terdapat rapat/pertemuan penting yang harus dihadiri, Penyelenggara Pemerintahan Daerah (Kepala Daerah dan DPRD) serta ASN yang sedang melaksanakan tugas kedinasan agar memanfaatkan sarana teleconference dan/atau video conference. "Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal ditetapkan sampai dengan tanggal 31 Maret 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan," ujar Tito.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.