Alasan Sultan HB X Belum Tetapkan Yogyakarta KLB Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku belum bisa menentukan status wabah Corona di Yogya apakah sudah masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) atau belum.

    Sultan HB X menuturkan untuk menentukan status KLB atau tidak di DIY, mereka masih menunggu terbentuknya tim gugus tugas Corona. “Kami menunggu rekomendasi tim gugus tugas daerah itu, untuk menentukan KLB atau tidak,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2020. Sebab, kata dia, ada banyak pertimbangan sebelum menetapkan status.

    Sultan menuturkan salah satu yang harus dipertimbangkan adalah soal berapa banyak pasien positif corona di Yogya dan klaster yang berkembang.

    “Karena akan banyak dampak ke belakangnya jika kita sudah menentukan KLB. Tidak hanya bidang kesehatan tapi juga soal ekonomi, termasuk pertimbangan soal lockdown (isolasi wilayah),” ujarnya.

    Berangkat dari itulah, Sultan menuturkan masih perlu identifikasi mendalam. Khususnya dari perkembangan rumah sakit rujukan Covid-19 untuk mengetahui, antara pasien yang negatif dan positif Corona perbandingannya jadi seperti apa.

    Termasuk mengetahui bagaimana yang sebelumnya sakit apa bisa disembuhkan atau yang sehat justru semakin banyak yang menjadi sakit. Perkembangan grafik itu yang menurut Sultan bisa jadi pertimbangan pemerintah akan memutuskan KLB atau tidak. “Kami tentu harus siapkan juga, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kalau misalnya KLB memang terpaksa harus ditetapkan,” ujarnya.

    Hingga Senin 16 Maret 2020, total ada 22 pasien dalam pengawasan (PDP) di Yogyakarta. “Dari jumlah itu yang negatif Corona ada 12 orang, positif masih satu orang, dan sembilan orang masih dalam proses uji laboratorium,” ujar Juru Bicara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk penanganan pandemi Corona, Berty Murtiningsih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.