Gubernur Papua Barat Nyatakan Daerahnya Siaga Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan memakai masker saat berjaga di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Direktur RSUD Sele Be Solu Mavkren Kambuaya mengatakan pihaknya telah melakukan isolasi intensif dan pengambilan sampel terhadap seorang wisatawan asing yang diduga terinfeksi Virus Corona (nCoV) dengan gejala demam tinggi disertai batuk. ANTARA/Olha Mulalinda

    Petugas keamanan memakai masker saat berjaga di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Direktur RSUD Sele Be Solu Mavkren Kambuaya mengatakan pihaknya telah melakukan isolasi intensif dan pengambilan sampel terhadap seorang wisatawan asing yang diduga terinfeksi Virus Corona (nCoV) dengan gejala demam tinggi disertai batuk. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Manokwari - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan wilayahnya resmi menyatakan status siaga Corona atau Covid-19 setelah mengikuti perkembangan situasi terakhir mewabahnya virus Corona di seluruh dunia.

    "Mulai hari ini, saya nyatakan Papua Barat dalam status siaga bencana Covid-19. Namun di Papua Barat tak ada libur, semua kantor dan sekolahan, termasuk aktivitas masyarakat di pusat perekonomian tetap jalan seperti biasa," kata Dominggus, Senin, 16 Maret 2020.

    Meski Papua Barat berstatus siaga, Dominggus mengatakan segala aktivitas tetap berjalan seperti biasa. Namun pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan sesuai dengan petunjuk teknis yang tengah disosialisasikan oleh Dinas Kesehatan setempat.

    Menurut Dominggus, status siaga bencana Covid-19 di Papua Barat, sewaktu-waktu bisa ditingkatkan menjadi tanggap darurat bencana. Hal tersebut akan dilakukan sesuai kajian ekskalasi ancaman virus melalui satuan tugas (satgas) Covid-19 Papua Barat.

    "Sewaktu-waktu status siaga darurat bisa ditingkatkan menjadi Tanggap Darurat Bencana berdasarkan hasil kajian ekskalasi ancaman bencana non alam Pendemi Covid-19 dibawah satgas yang sudah terbentuk," kata Dominggus.

    Sementara itu, Koodinator satgas Covid-19 Papua Barat Derek Ampnir mengatakan status siaga Covid-19 di Papua Barat ditetapkan berdasarkan tahapan kejadian bencana. "kita masih dalam situasi potensi. Sehingga kita awali dengan siaga bencana. Jika kita mendapati kejadian faktual yang membutuhkan penanganan segera, maka potensi akan ditingkatkan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.