Corona Merebak, MUI Keluarkan Fatwa Soal Hadiri Pengajian

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Nurul Hidayah di Jalan Brawijaya XII, Jakarta, Minggu 8 Maret 2020. Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyemprotkan cairan disinfektan ke masjid sebagai salah satu langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Nurul Hidayah di Jalan Brawijaya XII, Jakarta, Minggu 8 Maret 2020. Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyemprotkan cairan disinfektan ke masjid sebagai salah satu langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa menyusul merebaknya virus Corona di Indonesia. Salah satu poin fatwa MUI, yakni orang yang telah terpapar virus Corona wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain.

    "Baginya, salat Jumat dapat diganti dengan salat zuhur di tempat kediaman, karena salat jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal," demikian bunyi Fatwa MUI yang diteken Komisi Fatwa Hasanuddin AF pada Senin, 16 Maret 2020.

    MUI juga mengeluarkan fatwa haram bagi pasien Corona melakukan aktivitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti salat lima waktu berjamaah, salat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar.

    Sementara bagi orang yang sehat dan yang belum diketahui atau diyakini tidak terpapar COVID-19, namun berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi, MUI juga mengeluarkan fatwa bahwa seseorang tersebut boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat kediaman.

    "Ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah shalat lima waktu/rawatib, Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya," demikian bunyi fatwa tersebut.

    Dalam kondisi penyebaran COVID-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, MUI juga mengeluarkan fatwa bahwa umat Islam tidak boleh menyelenggarakan salat Jumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan salat zuhur di tempat masing-masing.

    "Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran COVID-19, seperti jamaah salat lima waktu/ rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.