Puncak Corona Sekitar Ramadan, Jokowi Jamin Stok Pangan Aman

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersiap menyampaikan keterangan pers terkait penangangan virus Corona di Istana Bogor, Jawa Barat, Ahad, 15 Maret 2020. Ia juga meminta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif agar penyebaran Corona ini bisa dihambat dan diberhentikan. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersiap menyampaikan keterangan pers terkait penangangan virus Corona di Istana Bogor, Jawa Barat, Ahad, 15 Maret 2020. Ia juga meminta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif agar penyebaran Corona ini bisa dihambat dan diberhentikan. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan bahwa pemerintah telah bersiap menghadapi puncak terjadinya penyebaran virus Corona Indonesia yang diprediksi akan terjadi pada Ramadan. Jokowi menjamin stok sembako dan bahan-bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat telah tersedia.

    "Kami sudah berhitung mengenai puncak itu. Saya sudah perintahkan Menko Perekonomian, Mendag, dan Bulog agar menjaga stok barang terutama sembako agar betul-betul tersedia dan siap," ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat pada Senin, 16 Maret 2020. Terutama melalui Bulog, baik berupa bawang putih dan gula.

    Semuanya, kata Presiden, sudah disiapkan. “Sudah saya perintahkan dua pekan yang lalu.”

    Selain itu, kata Jokowi, pemerintah telah menyiapkan sebanyak 132 rumah sakit pemerintah ditambah dengan 109 rumah sakit TNI dan 65 rumah sakit Polri, serta sejumlah rumah sakit BUMN untuk menampung pasien Corona.

    Sebelumnya, Deputi V Badan Intelijen Negara Afini Boer mengatakan lembaganya memperkirakan puncak penyebaran virus Corona di Indonesia terjadi dalam waktu 60-80 hari setelah pertama kali diumumkan pada 2 Maret lalu. "Kalau kami hitung-hitung, masa puncak itu mungkin jatuhnya di bulan Mei, berdasarkan permodelan ini," kata Afini dalam diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Maret 2020.

    Simulasi ini dilakukan dengan menghitung jumlah orang yang diduga terpapar virus Corona atau suspected, jumlah pasien sembuh atau pulih dan menelisik mobilitas mereka. "Dengan rumus matematika kami memperkirakan dengan variabel suspected infected dan recovery, model menunjukkan akan masuk masa puncak di enam puluh sampai 80 hari," kata Afini

    Simulasi juga memperhatikan penyebaran di negara-negara lain. Di Cina, kata dia, puncak penyebaran terjadi dalam 60 hari. Adapun Inggris memperkirakan puncak terjadi dalam 130 hari. "Di Inggris ini permodelannya beda lagi, ada faktor-faktor simtomatik. Orang-orang yang mempunyai gejala dihitung sebagai masa puncaknya itu 130 hari."
     

    DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.