Sultan HB X: Tes Corona Pekan Ini Bisa Dilakukan di Daerah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan dalam pekan ini kemungkinan besar pengujian sampel untuk mendeteksi seorang dinyatakan positif atau negatif terpapar virus Corona mulai bisa dilakukan di daerah.

    Sampel seorang suspect tak perlu dibawa dan diuji lagi di Jakarta seperti yang selama ini dilakukan sehingga bisa mengakibatkan memakan waktu untuk melakukan penindakan lebih lanjut.

    Sultan menuturkan kemungkinan uji pemeriksaan secara mandiri di daerah itu setelah pihaknya mendapat informasi pada hari ini. Seluruh perwakilan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) di 10 daerah di Indonesia, termasuk Yogyakarta, dipanggil Kementerian Kesehatan untuk membahas pendistribusian sarana penguji sampel suspect Corona itu.

    “Hari ini semua perwakilan BTKLPP ke Jakarta untuk mengambil penguji Corona yang berupa bahan kimia primer dan reagen itu. Sehingga bisa untuk pemeriksaan mandiri sampel-sampel di masyarakat daerah apakah positif atau negatif,” ujar Sultan di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Senin, 16 Maret 2020.

    Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaning Astutie menjelaskan penetapan sebuah kasus apakah positif atau negatif Corona saat ini hanya bisa dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan maupun BTKLPP yang diberi kewenangan. Dua lembaga itu yang memiliki kewenangan menggunakan bahan primer dan reagen untuk menguji Corona.

    “Hanya dua lembaga itu yang berhak menguji Corona untuk menjaga mutu pemeriksaan, menggunakan primer dan reagen yang sudah terstandar WHO untuk memeriksa virus Corona itu,” kata Pembayun.

    Jika bahan primer dan reagen bukan yang dipakai tak terstandar WHO, kata Pembayun, dikhawatirkan hasil uji laboratorium satu dan lainnya berbeda.

    Pembayun pun membenarkan soal ada perwakilan 10 BTKLPP se-Indonesia yang diminta Kementerian Kesehatan ke Jakarta. "Perwakilan BTKLPP akan diminta komitmennya bahwa betul mereka akan melakukan pemeriksaan menggunakan primer dan reagen yang sama, yang distandarisasi WHO,” ujarnya.  

    Sehingga nantinya, setelah menerima bahan penguji itu, BTKLPP perwakilan Yogyakarta bisa memeriksa hasil swap suspect Corona untuk kemudian diketahui apakah positif atau negatif terpapar virus. "Harapannya bahan penguji itu sudah dibawa saat perwakilan BTKLPP kembali ke Yogyakarta sekitar dua hari lagi (Rabu-18 Maret 2020), untuk memulai pengujian mandiri dari daerah,” kata Pembayun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.