Tak Semua PNS Boleh Kerja di Rumah, Kepala Dinas Wajib Ngantor

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PMI Jakarta Pusat saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di SMA Negeri 68 Jakarta, di Salemba, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas PMI Jakarta Pusat saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di SMA Negeri 68 Jakarta, di Salemba, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan meski PNS boleh bekerja di rumah, namun pejabat di dua level tertinggi wajib tetap berada di kantor.

    "Pejabat pembina kepegawaian harus memastikan minimal dua level pejabat struktural tertinggi tetap bertugas di kantor agar penyelenggaraan pemerintahan dan layanan masyarakat tidak terhambat," kata Tjahjo saat konferensi pers lewat saluran resmi Kementerian PANRB, Senin, 16 Maret 2020.

    Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian, Rini Widyantini, mengatakan yang dimaksud dua level pejabat struktur adalah para atasan. "Misal di level kementerian ini Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Madya, kalau di daerah Kepala Dinas dan Kepala Bagian," kata Rini.

    Tjahjo mengatakan pejabat pembina kepegawaian dapat mengatur sistem kerja yang akuntabel sehingga PNS dapat bekerja di rumah dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan yang dilakukan pegawai, mencermati sebaran peta Covid-19, domisili pegawai, kondisi kesehatan pegawai, juga kondisi kesehatan keluarga pegawai.

    Kemudian, Badan Kepegawaian mesti memastikan riwayat berpergian pegawai selama 14 hari terakhir, termasuk interaksi PNS tersebut.

    Pengaturan sistem kerja tersebut, kata Tjahjo, jangan sampai mengganggu pelayanan masyarakat. "Mereka yang bekerja di rumah harus berada di rumah masing-masing, kecuali ada kebutuhan mendesak untuk keluar rumah," kata Tjahjo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.